Grahadi

Pemprov Jatim

Khofifah Akhirnya Temui Warga Pendemo Tambang Emas Tumpang Pitu Banyuwangi, Ini Hasilnya

Khofifah mengajak warga Tumpang Pitu Kabupaten Banyuwangi tersebut untuk berdialog dan sharing menumpahkan uneg-unegnya, di Grahadi, Jumat (28/2/2020)

Khofifah Akhirnya Temui Warga Pendemo Tambang Emas Tumpang Pitu Banyuwangi, Ini Hasilnya
SURYA.co.id/Fatimatuz Zahro
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak saat bertemu dengan para warga Tumpang Pitu, Kabupaten Banyuwangi, di Grahadi, Jumat (28/2/2020) sore. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa akhirnya memberikan ruang para warga Tumpang Pitu, Kabupaten Banyuwangi, yang melakukan aksi lebih dari sepekan.

Khofifah mengajak warga Tumpang Pitu Kabupaten Banyuwangi tersebut untuk berdialog dan sharing menumpahkan uneg-unegnya, di Grahadi, Jumat (28/2/2020) sore.

Pertemuan tersebut diikuti sekitar 20 orang dan ditemui langsung oleh Gubernur Khofifah, Wagub Emil Elestianto Dardak, Sekdaprov Heru Tjahjono dan juga jajaran kepala dinas. Pertemuan yang berlangsung tertutup tersebut berlangsung sekitar dua jam.

Di akhir pertemuan, suasana tampak cair lantaran Khofifah juga bagi-bagi durian pada masyarakat Tumpang Pitu yang melakukan audiensi.

Namun sayangnya, usai pertemuan ditutup, gubernur perempuan pertama Jawa Timur tersebut menolak untuk memberikan penjelasan dan pernyataan resmi.

"Wes yo rek, wawancaranya sama Pak Setiajit saja, Kepala Dinas ESDM. Saya wes cukup ya, sudah sudah," katanya masuk ke dalam ruangan Grahadi.

Di sisi lain, Kepala Dinas ESDM Jatim, Setiajit mengatakan bahwa warga yang diajak rembukan sore ini terdiri dari dua kubu. Yang pro dan yang kontra akan adanya ekspansi eksprolasi tambang yang dilakukan oleh PT Bumi Suksesindo (BSI) dan PT Damai Suksesindo (DSI).

Warga yang kontra meminta izin usaha pertambangan dua perusahaan tambang itu dicabut dan warga juga menolak upaya menambang Gunung Salakan, tak jauh dari Gunung Tumpang Pitu yang telah ditambang.

"Jadi, ini kan ada dua masukan, kelompok satu menuntut agar tambang di Tumpang Pitu atau PT BSI dilakukan evaluasi atau penutupan. Dan yang kedua ada aksi ribuan orang juga yang mendukung agar tambang PT BSI ini dilanjutkan dan bahkan didukung oleh pemerintah," terang Setiajit.

Dua kubu kelompok warga tersebut sudah diserap aspirasinya dan Pemprov Jatim sesuai dengan arahan Gubernur Khofifah sudah memutuskan agar ada tim yang turun ke lapangan. Tim ini akan menjadi kesimpulkan keputusan yang objektif dari data data di lapangan.

"Yang pertama Kami akan tindak lanjuti menugaskan inspektur tambang dengan tim pengawas pertambangan Jatim untuk melihat apakah yang disampaikan oleh kawan-kawan tadi ada pelanggaran terhadap kerusakan lingkungannya ada atau tidak," tegas Setiajit.

Terkait hal ini Setiajit menyatakan, ia meyakini bahwa hasil dari belanja data di lapangan oleh tim tersebut hasilnya akan negatif. Keyakinan itu ia sampaikan karena selama ini pengerjaan tambang di Jatim itu juga diawasi oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

"Lalu kemudian tim ini juga akan menjadi data apakah ada permukiman yang kena titik koordinat pengembangan eksplorasi. Kemudian ada juga misalnya kawasan wisata atau tempat untuk evakuasi bencana dan kemudian ada area tangkapan air yang dimaksud mereka bahwa dan adanya PT BSI ini kemudian sekarang tidak ada air. Saya kira tidak semuanya seperti itu," tandasnya.

Pihaknya bersama dengan inspektur tambang ditegaskan Setiajit akan melakukan evaluasi dan sekaligus melakukan pengawasan pengelolaan pertambangan di Banyuwangi.

Ia juga menegaskan, jika berdasarkan pada UU No 4 2009 pasal 151, perusahaan diberikan sanksi administrasi jika terjadi berbagai pelanggaran di pasal-pasal tertentu. Apakah pengrusakan lingkungan ataupun tidak membayar pajak dan berbagai macam pelanggaran yang lain.

"Sementaa pencabutan tidak kita lakukan tapi kalau evaluasi, iya, kita akan lakukan. Apakah benar ada permukiman yang dilanggar oleh mereka, apakah benar ada kerusakan lingkungan, apakah benar ada tempat evakuasi tsunami yang kemudian dilakukan penggalian seperti itu," pungkas Setiajit.

Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved