5 FAKTA Kelemahan Kamera CCTV E-Tilang Kota Surabaya, Foto Capture Tak Jelas hingga Pengurusan Ribet

Berikut 5 Fakta Kelemahan Kamera CCTV E-Tilang Kota Surabaya, Foto Capture Tak Jelas hingga Pengurusan yang Ribet.

5 FAKTA Kelemahan Kamera CCTV E-Tilang Kota Surabaya, Foto Capture Tak Jelas hingga Pengurusan Ribet
Kolase surya.co.id/ahmad zaimul haq dan Ilustrasi via Gridoto
Ilustrasi: 5 FAKTA Kelemahan Kamera CCTV E-Tilang Kota Surabaya, Foto Capture Tak Jelas hingga Pengurusan Ribet 

SURYA.co.id - Sejumlah fakta tentang kelemahan kamera CCTV Sistem Electronic Traffic Law Enforcement (E-TLE) atau e-tilang, akhirnya terungkap.

Salah satu kelemahan terbesar kamera CCTV e-tilang adalah keakuratan kamera dalam menangkap gambar.

Seorang warga Sidoarjo pernah ditilang karena terpotret kamera CCTV sedang bermain Hp saat mengemudi, padahal faktanya dia sedang memegang pipi saja.

Lalu, warga Sidoarjo lainnya juga pernah mendapat surat e-tilang karena melanggal marka jalan, padahal faktanya dia saat itu tak berada di lokasi.

Berikut rangkuman fakta tentang kelemahan kamera CCTV e-tilang di Kota Surabaya, yang dirangkum SURYA.co.id.

1. Pegang pipi dikira main HP

Foto Ilustrasi. Petugas Surabaya Intelligent Transportation System (SITS) di Terminal Bratang menunjukkan rekaman pengendara mobil yang tidak mengenakan sabuk pengaman dari tangkapan CCTV yang dipasang di frontage road Jl A Yani, Jumat (3/1/2020).
Foto Ilustrasi. Petugas Surabaya Intelligent Transportation System (SITS) di Terminal Bratang menunjukkan rekaman pengendara mobil yang tidak mengenakan sabuk pengaman dari tangkapan CCTV yang dipasang di frontage road Jl A Yani, Jumat (3/1/2020). (surya.co.id/ahmad zaimul haq)

Mochammad Yusril Afandi (22), warga Sidoarjo, merupakan salah satu pengendara mobil yang pernah jadi sasaran ketidakakuratan kamera CCTV e-tilang.

Yusril pun mengisahkan, saat itu dia mengendarai mobil Daihatsu Sirion nopol W 1393 TX dari arah Waru menuju Jalan Darmo, Surabaya untuk menjemput seorang teman di rumah saudara.

Sesampainya di Jalan Ahmad Yani, mobil yang ia kendarai terbidik kamera CCTV e-tilang karena dianggap melanggar lalu lintas.

"Saya melihat kamera CCTV mengeluarkan cahaya atau flash, memotret mobil saya. Saya menyadari bakal kena e-tilang. Tapi saya bingung, karena tak merasa melanggar aturan lalu lintas seperti marka jalan dan rambu-rambu. Kecepatan mobil juga 40 km," kata Yusril, Jumat (21/2/2020).

Halaman
1234
Penulis: Putra Dewangga Candra Seta
Editor: Musahadah
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved