Berita Mojokerto
Gapura 9 Meter di Mojo Kembangsore Park Mojokerto Roboh Tersambar Petir
Sebuah gapura setinggi sembilan meter di Mojo Kembangsore Park, desa Petak, Kecamatan pacet, kabupaten Mojokerto, roboh tersambar petir, Jumat (14/2).
Penulis: Mohammad Romadoni | Editor: Eben Haezer Panca
SURYA.co.id | MOJOKERTO - Sebuah gapura setinggi sembilan meter di Mojo Kembangsore Park, desa Petak, Kecamatan pacet, kabupaten Mojokerto, roboh tersambar petir, Jumat (14/2/2020).
Sukandar Wibowo (54), Bendahara TPK (Tim Pelaksana Kegiatan) Desa Petak menjelaskan, warga mengetahui satu dari dua gapura bergaya Majapahit di pintu exit area pembangunan pasar rakyat dan rest area Mojo Kembangsore Park roboh pada Jumat (14/2/2020) pukul 06.00 WIB.
Mereka yakin gapura roboh karena terlihat ada bekas hangus seperti terbakar.
"Jadi kemarin malam hujan sangat deras bersamaan angin kencang dan petir. Durasi lama mulai pukul 21.00 WIB, kemudian ada petir besar sehingga mengakibatkan gapura roboh," ungkapnya saat ditemui Surya di lokasi, Jumat (14/2).
Dari pengamatan di lapangan, material gapura dari baru bata ini berserakan di pintu exit Kembangsore Park. Sejumlah pekerja tampak sibuk membersihkan puing-puing gapura.
Mereka mengumpulkan material gapura yang roboh ini menggunakan cangkul dan sekop. Selanjutnya material tersebut diangkut ke atas truk.
Sukandar mengatakan, kerusakan gapura cukup parah hampir separo bangunannya roboh ke sisi jalan raya.
Insiden ini mengakibatkan pembangunan pasar rakyat dan rest area Kembangsore Park yang dibangun melalui Swakelola Desa Petak menjadi terhambat.
"Kami segera melakukan perbaikan. Biaya pembangunan pagar plus gapura Majapahitan nilainya sekitar 1 miliar," jelasnya.
Masih kata Sukandar, gapura dibangun mengunakan dana anggaran dari Bantuan Keuangan (BK) dari desa.
Proses pembangunannya memakai jasa konsultan perencana dan konsultan pengawas yang sudah diperiksa Inspektorat maupun Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
Mengenai pengerjaan gapura, katanya, sudah selesai pada September 2018. Pembangunan gapura ini sudah sesuai yang diprediksi bisa bertahan lama karena saat perancangan sudah mempertimbangkan faktor wilayah Pacet yang sering terjadi hujan.
"Gapura masih berusia 2 tahun yang jelas didesain bertahan lama tapi ini karena musibah ada petir," terangnya.
Ditambahkannya, pihaknya masih mencari cara untuk mendapatkan dana talangan perbaikan gapura ini. Pasalnya, tidak ada anggaran dana perbaikan lantaran kejadian ini di luar ekspektasi. Estimasi biaya perbaikan gapura diperkirakan lebih dari Rp.100 juta.
"Kalau gapura belum diperbaiki nanti tidak pantas kalau akan Grand Opening," tandasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/gapura-hancur-disambar-petir-di-mojokerto.jpg)