Single Focus

Pengendara yang Akui Pelanggaran Bisa Langsung Cek di Website di etle.jatim.polri.go.id

Bagi sebagaian masyarakat, e-Tilang (e-TLE atau Electronic Traffic Law Enforcement) adalah hal yang benar-benar baru.

Pengendara yang Akui Pelanggaran Bisa Langsung Cek di Website di etle.jatim.polri.go.id
surya.co.id/firman rachmanudin
Kasat Lantas Polrestabes Surabaya, AKBP Teddy Chandra. 

SURYA.co.id | SURABAYA -  Bagi sebagaian masyarakat, e-Tilang (e-TLE atau Electronic Traffic Law Enforcement) adalah hal yang benar-benar baru.

Penindakan pun berdasarkan intaian kamera CCTV yang terpasang di 23 titik di seluruh Surabaya, dan masih akan terus bertambah.

Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melalui Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya bekerja sama dengan Kepolisian, membuat sebuah rancangan alur dan teknis penindakan yang saling berkontribusi.

Bagi tiap pelanggar yang terekam kamera CCTV, baik marka jalan, menerobos lampu merah, tidak menggunakan safety belt, atau asyik menggunakan ponsel saat berkendara dan melebihi batas kecepatan maksimum akan di-capture oleh petugas di Surabaya Intelligent Transport System (SITS) milik Dishub Surabaya. 

Selanjutnya, capture foto pelanggar akan dikirim ke Regional Traffic Management Centre (RTMC) Ditlantas Polda Jawa Timur untuk dianalisa petugas, baik pasal yang dikenakan pada pelanggar, dan tentunya identitas pemilik kendaraan.

Setelah mendapat identitas dan jenis serta pasal pelanggaran, petugas akan menerbitkan dan mengirimkan surat konfirmasi kepada alamat pemilik kendaraan, berikut bukti capture pelanggarannya, proses itu memakan waktu maksimal selama lima hari dari capture pelanggaran ter-entry.

"Pelanggar yang mengakui kesalahannya bisa langsung cek website di etle.jatim.polri.go.id untuk konfirmasi dengan memasukkan nomor surat konfirmasi ke website, sehingga data akan keluar," beber Kasat Lantas Polrestabes Surabaya, AKBP Teddy Chandra, Sabtu (18/1).

Jika setuju, lanjut Teddy, maka pelanggar akan diterbitkan surat tilang, lalu diberikan konfirmasi pembayaran denda tilang melalui Briva BRI dengan kode pembayaran masing-masing dan denda maksimal, atau bisa menunggu sidang di Pengadilan Negeri Surabaya.

Namun, jika penerima surat konfirmasi pelanggaran merasa saat ter-capture oleh kamera CCTV itu bukan dirinya, maka harus konfirmasi dan verifikasi data ke posko penegakan hukum di Mal Pelayanan Publik Siola Surabaya, hingga batas waktu 15 hari dari saat menerima surat konfirmasi.

"Kalau dari batas waktu yang kami tentukan tidak ada konfirmasi ulang, maka data itu akan tetap kami input dan berdampak pada pemblokiran STNK. Baru bisa diurus ketika tilang terbayarkan," ujar Teddy.

Halaman
12
Penulis: Firman Rachmanudin
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved