Grahadi

Beranda Grahadi

Bambang DH Menegaskan Tak Bahas Soal Pilwali Surabaya Saat Bertemu Gubernur Khofifah

Santer dikabarkan telah tertemu dengan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa dan membahas Pilwali Kota Surabaya, Bambang DH menyatakan bahwa

Bambang DH Menegaskan Tak Bahas Soal Pilwali Surabaya Saat Bertemu Gubernur Khofifah
SURYA.co.id/Fatimatuz Zahro
Politisi PDIP senior yang juga anggota DPR RI, Bambang DH saat bertemu Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa di Grahadi pekan lalu. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Santer dikabarkan telah tertemu dengan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa dan membahas Pilwali Kota Surabaya, Bambang DH menyatakan bahwa pemberitaan tersebut tidak benar.

Politisi PDIP senior yang juga anggota DPR RI ini menegaskan, bahwa pertemuannya dengan Gubernur Khofifah pekan lalu pada Sabtu (24/12/2019), membicarakan tentang rekomendasi darinya sebagai anggota DPR RI pada Gubernur Khofifah terkait kebutuhan rumah rehabilitasi bagi pecandu narkoba di Jawa Timur.

Bambang DH mengungkapan, pertemuan singkatnya di Grahadi tidak ada bahasan soal Pilwali Kota Surabaya.

Kabar tersebut santer terdengar terutama lantaran istri dari pria mantan Wali Kota Surabaya dua periode ini, Dyah Katarina, juga tengah banyak melakukan sosialisasi sebagai Bakal Calon Wali Kota Surabaya.

Banyak reklame di sejumlah titik di Kota Pahlawan yang berisi sosialisasi pencalonan dirinya sebagai Bakal Calon Wali Kota Surabaya pengganti Tri Rismaharini.

"Tidak ada pembicaraan soal Pilwali. Sama sekali. Hanya saya sampaikan adanya kebutuhan tempat seperti rumah rehabilitasi untuk pencandu narkoba. Karena angka penyalahgunaan narkoba di Jawa Timur ini tertinggi nomor satu di Indonesia," kata Bambang DH, Selasa (31/12/2019).

Ia sendiri belum bisa mengatakan siapa calon terkuat untuk diberi rekom PDIP. Pasalnya semua calon dari kader PDIP sama sama memiliki kans.

Sebut saja Whisnu Sakti Buana dan Armuji. Serta tak menutup kemunkinan calon non kader.

Suami Dyah Karatarina ini menyebutkan, bahwa PDIP memiliki mekanisme yang jelas dalam menentukan sosok yang diberi mandat rekom untuk maju dalam kontestasi Pilkada. Termasuk Pilwali Kota Surabaya.

"Ya, ada mekanisme yang jelas dari PDIP. Pertama, kita ada yang namanya penjaringan melalui sistem fit and proper test. Itu dilakukan di DPC masing-masing daerah yang menyelenggarakan Pilkada," kata Bambang DH.

Halaman
12
Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved