Breaking News:

Pria Tertular DBD Setelah Berhubungan Sesama Jenis Bikin Gempar, Para Dokter Dibuat Bingung

Beredar kabar yang cukup menggemparkan yakni seorang pria tertular demam berdarah atau DBD setelah berhubungan sesama jenis

Kolase NET via Tribun Bali & Tribun Pekanbaru
Ilustrasi: Pria Tertular DBD Setelah Berhubungan Badan Sesama Jenis Bikin Gempar, Para Dokter Dibuat Bingung 

Misalnya saja, dari kalangan waria ada 28 kasus HIV.

"LSL itu kan bisa antara laki-laki dan waria, atau laki-laki dengan laki-laki," sambung Ifada.

Ifada meyakini, angka yang sebenarnya jauh lebih besar.

Perempuan yang juga bekerja sebagai psikolog ini mengatakan, perilaku LSL memang tidak lepas dari konstruksi psikologis sejak anak.

Pelaksana Program Komisi Penanggulangan Aids (KPA) Tulungagung, Ifada Nur Imaniar
Pelaksana Program Komisi Penanggulangan Aids (KPA) Tulungagung, Ifada Nur Imaniar (SURYA.co.id/David Yohanes)

Misalnya anak laki-laki tumbuh tanpa sosok ayah, atau tidak punya figur ayah yang bisa memberikan kasih sayang.

Anak yang merindukan kasih sayang ayah ini, akan rentan jika ada sosok laki-laki yang memberinya perhatian.

Dalam masa puber, pikirannya bisa terkonstruksi bahwa lebih nyaman dengan laki-laki.

Masih menurut Ifada, dalam Skala Kinsey (skala heteroseksual-homoseksual), jika masih dalam pikiran, seseorang masih bisa disembuhkan.

"Jika belum pernah melakukan kegiatan seksual sesama jenis, masih bisa dikembalikan dengan campur tangan psikolog dan psikiater," ujar Ifada.

Namun bagi pelaku LSL yang aktif berhubungan seksual, KPA melakukan pendekatan yang berbeda.

Sebab pelaku akan sulit untuk dipulihkan, untuk menjadi heteroseksual.

KPA akan menekankan pentingnya safe sex, agar tidak terjangkit infeksi menular seksual (IMS), termasuk HIV.

Dari kasus LSL yang ditangani KPA, mayoritas adalah pelaku seksual sejenis yang aktif.

Bahkan ada yang sudah melakukannya sejak SMP.

"Pelaku LSL ini jarang yang hanya punya satu pasangan seks. Biasanya mereka punya tiga sampai empat pasangan seks," pungkas Ifada.

Hubungan badan sesama jenis ternyata cukup berbahaya dan bisa mengakibatka kanker anus

Prof. Dr.dr. Samsuridjal Djauzi, SpPD, K-AI, mengungkapkan, kasus kanker anus mulai banyak ditemui pada pria yang melakukan hubungan badan sesama jenis.

"Kanker anus ini mulai jadi perhatian, karena di luar negeri kasusnya tinggi sekali pada laki-laki yang berhubungan badan dengan laki-laki.

Di Indonesia, saat ini sedang kita kumpulkan datanya di Cipto (Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo)," kata Samsuridjal dikutip dari Kompas.com, Jumat (16/9/2016).

Dokter yang bergabung dengan Indonesian Working Group on HPV ini mengatakan, saat ini tak hanya wanita yang bisa deteksi dini kanker serviks.

Pada pria juga mulai dilakukan pemeriksaan anus untuk mengetahui apakah positif HPV.

Sebab, 80 persen infeksi HPV bisa menimbulkan kanker anus.

"Kalau ada (HPV), setiap tahun pasien akan diikuti, jadi bisa lebih cepat ditangani," jelas Samsuridjal.

Tanda-tanda seseorang terkena kanker anus, antara lain, anus terasa sakit, pendarahan dari anus atau rektum, anus terasa gatal, hingga muncul benjolan di lubang anus. Jika tidak segera diatasi, kanker anus juga bisa menyebar ke organ tubuh lainnya.

Untuk mencegah kanker ini, vaksinasi HPV adalah cara yang paling ampuh. Vaksin HPV bisa diberikan kepada pria maupun wanita sejak usia 10 tahun.

Penulis: Putra Dewangga Candra Seta
Editor: Musahadah
Sumber: Grid.ID
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved