Liputan Khusus

Berbagai Alasan Masyarakat Menunggak Iuran BPJS Kesehatan: BPJS Tidak Bisa Diklaim atau Ditarik

Ada berbagai alasan yang melatarbelakangi warga untuk tidak membayar iuran BPJS Kesehatan.

Berbagai Alasan Masyarakat Menunggak Iuran BPJS Kesehatan: BPJS Tidak Bisa Diklaim atau Ditarik
SURYAOnline/Sugiharto
Sejumlah warga Surabaya mengantre untuk mendapatkan layanan keanggotaan BPJS Kesehatan. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Ada berbagai alasan yang melatarbelakangi warga untuk tidak membayar iuran BPJS Kesehatan.

Seperti alasan yang disampaikan oleh KH (35),  warga Pasuruan ini berdalih merasa belum membutuhkan layanan BPJS Kesehatan. Tapi, bukan berarti dia menyepelekan kondisi kesehatannya.

"Saya berharap tidak menderita sakit. Alhamdulillah sampai sekarang masih sehat dan saya belum menikmati layanan BPJS sama sekali," katanya kepada Surya.co.id, Jumat, (20/9/2019).

KH menunggak pembayaran iuran BPJS selama 6 bulan dengan nominal sekitar Rp 400.000. Hingga kini KH belum melakukan pembayaran iuran itu.

Ribuan Penunggak Iuran Premi BPJS Kesehatan di Surabaya

KH mengambil iuran BPJS kelas 3. Tetapi, KH tak ingat pastinya kapan bergabung menjadi peserta BPJS.

"Sebelumnya, saya selalu membayar iuran BPJS. Tapi 6 bulan terakhir saya belum bayar. Kemudian saya mendapat pemberitahuan melalui pesan singkat (SMS) dari BPJS bila saya menunggak pembayaran iuran Rp 400.000. kalau tidak salah Rp 400.000 itu untuk 2 peserta," sebutnya.

KH juga menyebutkan, tidak setiap hari ia mendapatkan informasi tunggakan iuran dari BPJS melalui SMS. Paling banyak 2 SMS dalam sebulan. Nominal tunggakan disebutkan secara keseluruhan yaitu sekitar Rp 400.000, tanpa ada rincian.

"Memang saya tak mendapat informasi tunggakan setiap hari. Tapi lama-kelamaan bisa risih juga," ucapnya.

Namun, KH tak menampik jika BPJS Kesehatan sangat membantu masyarakat. Namun, yang KH sayangkan adanya desakan-desakan dari BPJS, seperti pembayaran tunggakan iuran.

"Menurut saya ada bermacam faktor kenapa warga tak membayar iuran. Bisa saja ekonominya sedang terpuruk. Sebaiknya jangan ada desakan atau mempersulit masyarakat. Masyarakat jangan dipaksa untuk membayar iuran apalagi yang belum pernah memanfaatkan layanan BPJS. Kalau tidak membayar ya sudah, tidak ada yang dirugikan juga, negara tak untung masyarakat tak untung. Beda cerita kalau dia pernah memanfaatkan layanan BPJS. Dia harus bayar iuran," ungkapnya.

Halaman
12
Penulis: Danendra Kusumawardana
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved