Berita Trenggalek

Pemkab Trenggalek Bangun Tiga Halte MPU Baru

Kabupaten Trenggalek membangun tiga halte Mobil Penumpang Umum (MPU) baru pada 2019 untuk mempermudah akses angkutan penumpang antarkecamatan.

Pemkab Trenggalek Bangun Tiga Halte MPU Baru
surabaya.tribunnews.com/aflahul abidin
Kondisi halte MPU di Kecamatan Trenggalek, Kabupaten Trenggalek. 

SURYA.co.id | TRENGGALEK – Kabupaten Trenggalek membangun tiga halte Mobil Penumpang Umum (MPU) baru pada 2019 untuk mempermudah akses angkutan penumpang antarkecamatan.

Tiga halte baru itu berada di Desa Karangturi, Kecamatan Munjungan; Desa/Kecamatan Suruh; dan Desa/Kecamatan Gandusari.

Selama ini, halte serupa hanya berada di Jalan Basuki Rahmat, Kelurahan Ngantru. Kecamatan Trenggalek.

Dinas Perhubungan Kabupaten Trenggalek berharap, pembangunan halte baru itu akan mempermudah mobilitas warga yang setia menggunakan angkutan umum. Selain itu, Dishub juga berharap tambahan halte bisa meningkatkan retribusi.

“Ini sudah proses pembangunan untuk haltenya,” kata Kasi Angkutan Orang dan Terminal Dishub Trenggalek, Didik Budi Susilo, Minggu (8/9/2019).

Ia menjelaskan, pembangunan tiga halte itu menelan anggaran sekitar Rp 98 juta. Halte itu diharapkan bisa menjadi tempat menunggu penumpang yang lebih nyaman.

Selama ini, pendapatan dari retribusi MPU masih belum memenuhi target. Data hingga Agustus 2019, retribusi sektor itu mencapai 76,2 juta dari total target 100 juta sepanjang tahun.

Dengan tambahan MPU itu, ia optimistis pendapatan dari retribusi MPU bisa bertambah. “Tahun depan kami prediksi target retribusi masih sama, yakni Rp 100 juta,” ujar Didik.

Meski demikian, Didik mengakui bahwa minat pengguna jawa MPU tergolong minim. Warga Trenggalek mayoritas memilih kendaraan pribadi dan ojek online untuk aktivitas sehari-hari.

Selain itu, jumlah kendaraan MPU juga cenderung susut. Tahun ini, total MPU yang beroperasi hanya sekitar 154 unit. Bandingkan dengan tahun lalu yang jumlahnya 334 unit.

“Jumlah itu yang memperpanjang trayek. Mungkin yang tidak memperpanjang trayeknya karena sudah tidak beroperasi lagi,” imbuh dia.

Ia bilang, pembenahan sistem MPU perlu dilakukan untuk menarik minat warga. Dalam waktu dekat, Dishub berencana menggelar survei statis dan dinamis untuk memperhitungkan efektivitas MPU.

Survei itu meliputi potensi penumpang, akurasi tarif, dan kesesuaian dengan bahan bakar umum MPU. Rencananya, survei akan dilakukan secara internal. 

Penulis: Aflahul Abidin
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved