Berita Madiun

Banyak Netizen yang Ngaku Tertipu Bisnis Sistem Piramida, Tapi Belum Ada Laporan ke Polres Madiun

warga Kabupaten Madiun yang merasa tertipu atau merasa dirugikan bisa melapor ke kepolisian setempat.

Banyak Netizen yang Ngaku Tertipu Bisnis Sistem Piramida, Tapi Belum Ada  Laporan ke Polres Madiun
surya.co.id/rahadian bagus priambodo
Kapolres Madiun, AKBP Ruruh Wicaksono dan AKP Sumarji Kasubagdalops (mantan Kapolsek Kebonsari) 

Setiap anggota baru tersebut ditugaskan hal yang sama yakni merekrut anggota baru sehingga membentuk sistem binari (piramida), yaitu masing masing kaki kanan dan kirinya akan bercabang terus.

Mereka dijanjikan, setiap kelipatan tiga masing-masing kaki kiri dan kanan, mereka akan mendapatkan 250 dolar AS.

Bahkan mereka dijanjikan akan mendapatkan Rp 11 miliar dalam setahun jika bekerja secara tekun.

Selanjutnya mereka diperintahkan oleh atasan mereka untuk mencari member baru dengan cara yg sama, yaitu menawarkan pekerjaan sebagai pendataan barang dan mendapat gaji tiga juta rupiah.

Member baru yang datang akan langsung dibrainwash (cuci otak) dan disuruh membayar dengan nominal yang sama seperti pendahulunya.

Dari pengakuan beberapa korban, ada yang menjual sawah, ada yang menjual sapi bahkan ada yg berhutang ke rentenir maupun menggadaikan motor untuk mendapatkan uang Rp 10 juta tersebut.

"Sampai sekarang pun mereka yang telah tertipu daya masih kebingungan untuk melunasi hutang-hutangnya" terang Arsal.

"Para korban mengaku sewaktu di kota Madiun, ditempatkan di satu rumah dan dijaga oleh para seniornya, serta tidak diizinkan kemana-mana.

Beberapa dari mereka terpaksa memberanikan diri keluar dengan cara melarikan diri melalui jendela pada saat malam hari. M

ereka pun hanya makan nasi dengan garam atau mie instan dengan air dingin.

Halaman
123
Penulis: Rahadian Bagus
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved