Berita Madiun

Banyak Netizen yang Ngaku Tertipu Bisnis Sistem Piramida, Tapi Belum Ada Laporan ke Polres Madiun

warga Kabupaten Madiun yang merasa tertipu atau merasa dirugikan bisa melapor ke kepolisian setempat.

Banyak Netizen yang Ngaku Tertipu Bisnis Sistem Piramida, Tapi Belum Ada  Laporan ke Polres Madiun
surya.co.id/rahadian bagus priambodo
Kapolres Madiun, AKBP Ruruh Wicaksono dan AKP Sumarji Kasubagdalops (mantan Kapolsek Kebonsari) 

SURYA.co.id|MADIUN - Meski di media sosial menyebut ada banyak korban bisnis perdagangan sistem piramida MLM Q-Net, namun hingga saat ini Polres Madiun belum menerima laporan dari warga.

Oleh sebab itu, bisnis milik Kariyadi ini tetap berjalan hingga belasan tahun.

Kapolres Madiun, AKBP Ruruh Wicaksono, ketika dikonfirmasi mengatakan, pihaknya belum pernah mendapat laporan dari warga yang merasa tertipu atau menjadi korban, baik di Polres Madiun maupun seluruh Polsek di wilayah hukum Polres Madiun.

"Intinya di Polres Madiun tidak ada laporan, termasuk di Polsek. Yang bersangkutan (Kariyadi) jarang ada di rumah, sering keluar kota. Selama ini tidak ada yang mencurigakan, cuma rumahnya memang besar," kata AKBP Ruruh Wicaksono, ketika dikonfirmasi, Kamis (5/9/2018) siang.

Ruruh mempersilakan kepada warga, khususnya warga Kabupaten Madiun yang merasa tertipu atau merasa dirugikan bisa melapor ke kepolisian setempat.

"Pada prinsipnya begini. Kalau memang ada masyarakat yang merasa dirugikan, bisa melapor. Nanti akan kami pelajari, sebab yang bersangkutan ini kan sudah lama bergerak di bidang usaha ini. Dan sampai saat ini, belum ada warga yang melapor. Tapi tetap akan kami lakukan pendalaman manakala ada laporan dari masyarakat," jelasnya.

Diberitakan sebelumnya, Polres Lumajang berhasil mengungkap kasus 'money game' yang menggunakan skema piramida.

Tersangka dalam kasus ini adalah MK (48), direksi PT Amoeba International yang berasal dari Kebonsari, Madiun.

Sesuai pengakuan MK, PT ini berafiliasi dengan PT Q-Net sebagai induk perusahaan yang menjalankan perdagangan sistem piramida.

Kapolres Lumajang, AKBP M Arsal Sahban mengatakan, para member baru diwajibkan untuk mencari dua anggota.

Halaman
123
Penulis: Rahadian Bagus
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved