Kamis, 23 April 2026

Berita Surabaya

BERITA SURABAYA POPULER Hari ini - Duka, Kisah, dan Identitas Korban KM Santika yang Terbakar

BERITA SURABAYA POPULER Hari ini - Duka, Kisah, dan Identitas Korban KM Santika yang Terbakar

Penulis: Akira Tandika Paramitaningtyas | Editor: Tri Mulyono
Istimewa
BERITA SURABAYA POPULER Hari ini - Duka, Kisah, dan Identitas Korban KM Santika yang Terbakar 

Sedangkan satu orang lainnya belum bisa diidentifikasi.

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa meninjau langsung proses evakuasi korban meninggal dan menyapa para korban selamat sebelum kembali ke daerahnya masing-masing.

"Saya seperti ada firasat sebelum dengar kabar kalau beliau meninggal. Rasanya itu seperti ingin sekali bertemu begitu sama beliau," kata Slamet adik dari Asfani saat diajak ngobrol oleh Khofifah sembari menunggu evakuasi jenazah.

Begitu kapal merapat dan membawa tiga jenazah korban, tangis para keluarga korban pun pecah.

Mereka tak kuasa menahan tangis terutama saat tiga kantong jenazah dibawa masuk ke dalam tiga unit mobil ambulans yang disiapkan.

Jenazah korban terbakarnya KM Santika Nusantara tiba di Gapura Surya Nusantara, Kota Surabaya, Sabtu (24/8/2018) sore.
Jenazah korban terbakarnya KM Santika Nusantara tiba di Gapura Surya Nusantara, Kota Surabaya, Sabtu (24/8/2018) sore. (tribun jatim/willy abraham)

Khofifah sempat naik ke kapal untuk melihat bagaimana kondisi korban yang selamat dibawa dari Masalembo ke Surabaya.

Ia sempat mengajak berbincang para korban kapal terbakar. Banyak diantara mereka yang mengatakan traumanya dan sangat bersyukur bisa kembali dengan selamat.

Lebih lanjut Khofifah mengatakan pihaknya meminta RSUD Dr Soetomo untuk standby layanan dan fasilitas ambulans.

Jika ada korban kapal terbakar KM Santika Nusantara yang butuh dirujuk ke rumah sakit tipe A itu, maka layanan terbaik ia minta untuk diberikan.

"Dari kemarin sudah kami koordinasikan RSUD Dr Soetomo untuk standby. Jika ada yang dirujuk maka seluruh pasien tidak akan terbebani biaya pengobatan (gratis)," kata Khofifah.

Sedangkan untuk para korban yang meninggal dunia, jenazahnya dibawa ke RS Bhayangkara.

Dilakukan sejumlah identifkasi dan juga proses administratif. Terutama bagi jenazah yang masih belum bisa dikenali.

5. Identitas Korban Tewas KM Santika Nusantara Terungkap

Identitas mayat Mr X korban tewas KM Santika Nusantara yang terbakar di Kepulauan Masalembu, Sumenep Madura, akhirnya terungkap, Sabtu (24/8/2019) malam.

Identitas pria tersebut adalah Wiji (54), warga Blora Jawa Tengah.

Kepastian ini setelah dilakukan pencocokan DNA dengan keluarga Wiji, yang mendatangi RS Bhayangkara Polda Jatim.

Aris (23), anak Wiji hanya bisa menangis saat mengetahui jenazah tersebut ternyata sang ayah.

Ia tak menyangka jika ayahnya ikut menjadi korban tewas dalam musibah terbakarnya KM Santika Nusantara di Kepulauan Masalembu.

Aris mengaku tak ada yang aneh dari sikap ayahnya sebelum berangkat ke Surabaya untuk naik kapal menuju Kalimantan.

Maklum saja, sejak dirinya berusia tujuh tahun atau masih menginjak Sekolah Dasar, ayahnya udah bekerja di proyek infrastruktur yang berlokasi di luar pulau jawa.

Namun, untuk proyek yang ada di Kalimantan ini, seingat Aris baru 3 tahun belakangan ini.

Artinya, pulang pergi keluar pulau Jawa naik kapal, menurut Aris, sudah biasa bagi ayahnyanya.

“Iya ke Balikpapan untuk kerja proyek, sudah punya mandor disana, jadi sudah biasa. Memang dari dulu sudah kerja di sana,” katanya, Sabtu (24/8/2019).

Pria berpostur tegap itu mengaku tidak memiliki firasat aneh perihal ayahnya.

Pasalnya, tepat di hari kapal naas itu terbakar, Aris termasuk keluarga besarnya mengaku sedang sibuk mempersiapkan segala sesuatu untuk menyambut kelahiran anak pertamanya, atau cucu Wiji.

“Kemarin anak saya baru lahir. Malamnya dikabari (insiden KMP Santika Nusantara terbakar),” tukasnya.

Mayat Wiji (54), korban tewas KM Santika Nusantara saat dibawa ke RS Bhayangkara Polda Jatim, Sabtu (24/8/2019).
Mayat Wiji (54), korban tewas KM Santika Nusantara saat dibawa ke RS Bhayangkara Polda Jatim, Sabtu (24/8/2019). (tribun jatim/luhur pambudi)

Seharusnya kelahiran anak pertamanya Kamis (22/8/2019) itu membawa kabar kebahagiaan bagi Wiji yang telah menjadi seorang kakek.

Beberapa jam sebelum Wiji menumpang KM Santika Nusantara, ia kerap menelpon memastikan kelahiran cucu pertamanya di Blora.

“Siangnya itu sering telpon tanya, ‘sudah lahir belum’. Yang terakhir, saya bilang sudah lahir, lah waktu itu terputus karena mungkin sinyal sudah mulai sulit,” katanya.

Aris mengatakan komunikasi antara Wiji dan keluaganya di Blora terakhir terputus sekitar pukul 13.00 WIB, Kamis (22/8/2019) kemarin.

“Jam 1 siang itu sudah gak ada kabar,” jelasnya.

Itulah terakhir kali ia mengetahui kabar ayahnya yang kini telah meninggal dunia. 

Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved