Sabtu, 25 April 2026

Berita Surabaya

BERITA SURABAYA POPULER Hari ini - Duka, Kisah, dan Identitas Korban KM Santika yang Terbakar

BERITA SURABAYA POPULER Hari ini - Duka, Kisah, dan Identitas Korban KM Santika yang Terbakar

Penulis: Akira Tandika Paramitaningtyas | Editor: Tri Mulyono
Istimewa
BERITA SURABAYA POPULER Hari ini - Duka, Kisah, dan Identitas Korban KM Santika yang Terbakar 

SURYA.co.id - Berikut ini merupakan Berita Surabaya Populer edisi Minggu, 25 Agustus 2019, yang paling menonjol yakni tentang korban KM Santika Nusantara yang terbakar dan terombang-ambing di lautan.

Sebelumnya telah diberitakan bahwa KM Santika Nusantara rute Surabaya-Makassar di Perairan Masalembu, Madura, terbakar pada Kamis (22/8/2019), sekira pukul 20.45 WIB.

Sejumlah penumpang berhasil dievakuasi, meski ada yang ditemukan dalam keadaan tewas.

Korban Selamat KM Santika Nusantara Ini Tak Punya Identitas Berharap Bisa Pulang ke Samarinda

Duka Keluarga Korban Tewas KM Santika Nusantara saat Jenazah Tiba di Surabaya

SURYA.co.id telah merangkum Berita Surabaya Populer seperti berikut ini.

1. Jasa Jamin Korban KM Santika Nusantara

Korban musibah terbakarnya KM Santika Nusantara dijamin Jasa Raharja. Petugas dari Jasa Raharja berkoordinasi dengan syahbandar dan rumah sakit, puskemas untuk menjamin korban luka-luka.

Kepala Cabang Jasa Raharja Jawa Timur, Suhadi mengatakan seluruh penumpang KM Santika Nusantara terjamin perlindungan Jasa Raharja.

“Santunan meninggal dunia masing-masing ahli waris sebesar Rp 50.000.000, untuk korban luka-luka, Jasa Raharja telah menerbitkan surat jaminan biaya perawatan kepada rumah sakit di mana korban dirawat,” jelasnya, Sabtu, (24/08/2019).

Biaya perawatan maksimal untuk korban luka-luka Jasa Raharja memberikan santunan maksimal Rp 20 juta.

Jasa Raharja jamin korban KM Santika Nusantara
Jasa Raharja jamin korban KM Santika Nusantara (SURYA.co.id/Wiwit Purwanto)

Selain santunan, berdasarkan UU No 33 tentang Dana pertanggungan wajib kecelakaan penumpang dan PMK No. 15 tahun 2017, Jasa Raharja menyediakan manfaat tambahan biaya P3K maksimal sebesar Rp 1.000.000 dan ambulance dari TKP ke rumah sakit sebesar maksimal Rp 500.000.

Untuk korban meninggal dunia, kata Suhadi, jika korban sudah teridentifikasi santunan akan segera diberikan ke ahli waris

2. Jumlah Korban Evakuasi KM Santika Nusantara

Sebanyak 303 orang korban kapal KM Santika Nusantara yang terbakar di perairan Masalembu telah dievakuasi oleh tim SAR gabungan, Sabtu (24/8/2019).

Humas Basarnas Surabaya, Tholeb Vatelehan mengatakan, berdasarkan data terbaru pada Sabtu (24/8/2019) pukul 11.00, para korban telah dievakuasi ke berbagai tempat.

"Sebanyak 64 orang dievakuasi dan diangkut oleh KM Dharma Fery 7 dan 23 orang oleh KM Spil Citra ke Pelabuhan Tanjung Perak pada Jumat (23/8/2019) malam. Sedangkan untuk yang dievakusi ke pulau Masalembo sebanyak 52 orang selamat dan tiga orang meninggal dunia dan yang dievakuasi ke Pelabuhan Kalianget, Sumenep sebanyak 161 orang," ujarnya, Sabtu (24/8/2019).

Tholeb menjelaskan, dari 161 orang yang berada di pelabuhan Kalianget, beberapa di antaranya telah pulang dijemput oleh pihak keluarga.

"23 orang sudah dibawa oleh pihak keluarga dan 13 orang dirawat di rumah sakit. Sisanya dibawa menuju ke Surabaya dengan menggunakan dua bus dengan pengawalan Polres Sumenep. Bus sendiri telah berangkat pukul 09.45," jelasnya.

Tholeb juga mengaku untuk korban yang berada di pulau Masalembo juga akan segera dievakuasi ke Surabaya.

"Nantinya korban yang ada di pulau Masalembo diangkut memakai Kapal Negara (KN) Cundamani pada hari ini. Perkiraan datangnya pukul 16.00 di pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya," terangnya.

Detik-detik terbakarnya kapal Santika Nusantara di Perairan Masalembu, Sumenep, Madura.
Detik-detik terbakarnya kapal Santika Nusantara di Perairan Masalembu, Sumenep, Madura. (ist)

Seperti diketahui sebelumnya, kebakaran kapal KM Santika Nusantara terjadi pada hari Kamis, (22/8/2019), sekitar pukul 20.45, di koordinat 5° 11' 54,81" S 114° 41' 54" E".

Dalam peristiwa tersebut, faktor cuaca berupa angin kencang mencapai 25 knot dan gelombang tinggi menjadi kendala dalam evakuasi korban.

3. Kisah Korban Selamat KM Santika Nusantara

Salah satu penumpang selamat, Diki saat di ruang tunggu menceritakan rencananya pulang ke Sangatta, Kalimantan Timur untuk menemui keluarga berujung petaka.

Dia mengaku saat kejadian dia berada di dek tiga.

Usai diberi makan malam, kebanyakan para penumpang lainnya sedang beristirahat.

Tiba-tiba terdengar ada informasi kapal terbakar.

Kemudian dia berusaha menyelamatkan diri turun ke bawah menggunakan tangga darurat.

Ternyata tangga itu penuh sesak oleh penumpang.

Mereka semua panik menyelamatkan diri hingga tangga darurat putus.

Suasana yang semakin panas, karena kepulan asap dari bawah, membuatnya langsung melompat menggunakan pelampung.

Mereka terombang-ambing di perairan Masalembu.

"Selama 11 sampai 12 jam di tengah laut. Semua dibantu nelayan. Kemungkinan yang saya tahu masih banyak yang belum ketemu," ujarnya.

Sama dengan yang dialami, Hadi. Kernet truk asal Blitar ini harus menaiki perahu karet untuk menyelamatkan diri.

Perahu karet itu ditumpangi 51 orang. Sehingga kondisinya sangat rawan tenggelam.

"Sempat dilewati kapal tetapi tidak mau menolong. Kita teriak-teriak tidak ada yang tolong. Perahu karet diisi 51 orang hampir jebol," tuturnya.

Diki salah satu penumpang KM Santika Nusantara sedang menyantap makanan, setelah turun dari kapal di Terminal Gapura Nusantara, Pelabuhan Tanjung Perak, Sabtu (24/8/2019).
Diki salah satu penumpang KM Santika Nusantara sedang menyantap makanan, setelah turun dari kapal di Terminal Gapura Nusantara, Pelabuhan Tanjung Perak, Sabtu (24/8/2019). (tribun jatim/willy abraham)

Selama 12 jam terombang-ambing di laut, hanya berharap bantuan kapal datang. 
Saat itu, cuaca dingin, dan gelombang tinggi.

"Jam 08.00 wib baru ditolong nelayan," kata dia.

Lanjut Hadi, jika tidak ditolong nelayan maka nyawanya mungkin sudah tidak tertolong.

"Kalau tidak salah yang meninggal cowok semua. Semua pakai pelampung mungkin tidak kuat dingin di laut," tutupnya.

4. Duka Keluarga Korban Tewas KM Santika Nusantara

Korban KM Santika Nusantara yang terbakar di Perairan Masalembu, Kamis (22/8/2019) malam, akhirnya tiba di Gapura Surya Nusantara, Kota Surabaya, Sabtu (24/8/2018) sore.

Kapal yang membawa sebanyak 53 korban selamat dan tiga orang korban meninggal dunia tersebut akhirnya bersandar usai menempuh perjalanan selama 14 jam dari Pulau Masalembu.

Tiga orang korban tewas tersebut dua di antaranya sudah teridentifikasi dan diketahui warga Jawa Timur.

Korban meninggal pertama adalah Asfani, warga Jalan Anjasmoro, Kelurahan Sisir, Kecamatan Batu, Kota Batu.

Korban kedua adalah ABK yang diketahui bernama Bekti Tri Setyanto, warga Klaten, Jawa Tengah

Sedangkan satu orang lainnya belum bisa diidentifikasi.

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa meninjau langsung proses evakuasi korban meninggal dan menyapa para korban selamat sebelum kembali ke daerahnya masing-masing.

"Saya seperti ada firasat sebelum dengar kabar kalau beliau meninggal. Rasanya itu seperti ingin sekali bertemu begitu sama beliau," kata Slamet adik dari Asfani saat diajak ngobrol oleh Khofifah sembari menunggu evakuasi jenazah.

Begitu kapal merapat dan membawa tiga jenazah korban, tangis para keluarga korban pun pecah.

Mereka tak kuasa menahan tangis terutama saat tiga kantong jenazah dibawa masuk ke dalam tiga unit mobil ambulans yang disiapkan.

Jenazah korban terbakarnya KM Santika Nusantara tiba di Gapura Surya Nusantara, Kota Surabaya, Sabtu (24/8/2018) sore.
Jenazah korban terbakarnya KM Santika Nusantara tiba di Gapura Surya Nusantara, Kota Surabaya, Sabtu (24/8/2018) sore. (tribun jatim/willy abraham)

Khofifah sempat naik ke kapal untuk melihat bagaimana kondisi korban yang selamat dibawa dari Masalembo ke Surabaya.

Ia sempat mengajak berbincang para korban kapal terbakar. Banyak diantara mereka yang mengatakan traumanya dan sangat bersyukur bisa kembali dengan selamat.

Lebih lanjut Khofifah mengatakan pihaknya meminta RSUD Dr Soetomo untuk standby layanan dan fasilitas ambulans.

Jika ada korban kapal terbakar KM Santika Nusantara yang butuh dirujuk ke rumah sakit tipe A itu, maka layanan terbaik ia minta untuk diberikan.

"Dari kemarin sudah kami koordinasikan RSUD Dr Soetomo untuk standby. Jika ada yang dirujuk maka seluruh pasien tidak akan terbebani biaya pengobatan (gratis)," kata Khofifah.

Sedangkan untuk para korban yang meninggal dunia, jenazahnya dibawa ke RS Bhayangkara.

Dilakukan sejumlah identifkasi dan juga proses administratif. Terutama bagi jenazah yang masih belum bisa dikenali.

5. Identitas Korban Tewas KM Santika Nusantara Terungkap

Identitas mayat Mr X korban tewas KM Santika Nusantara yang terbakar di Kepulauan Masalembu, Sumenep Madura, akhirnya terungkap, Sabtu (24/8/2019) malam.

Identitas pria tersebut adalah Wiji (54), warga Blora Jawa Tengah.

Kepastian ini setelah dilakukan pencocokan DNA dengan keluarga Wiji, yang mendatangi RS Bhayangkara Polda Jatim.

Aris (23), anak Wiji hanya bisa menangis saat mengetahui jenazah tersebut ternyata sang ayah.

Ia tak menyangka jika ayahnya ikut menjadi korban tewas dalam musibah terbakarnya KM Santika Nusantara di Kepulauan Masalembu.

Aris mengaku tak ada yang aneh dari sikap ayahnya sebelum berangkat ke Surabaya untuk naik kapal menuju Kalimantan.

Maklum saja, sejak dirinya berusia tujuh tahun atau masih menginjak Sekolah Dasar, ayahnya udah bekerja di proyek infrastruktur yang berlokasi di luar pulau jawa.

Namun, untuk proyek yang ada di Kalimantan ini, seingat Aris baru 3 tahun belakangan ini.

Artinya, pulang pergi keluar pulau Jawa naik kapal, menurut Aris, sudah biasa bagi ayahnyanya.

“Iya ke Balikpapan untuk kerja proyek, sudah punya mandor disana, jadi sudah biasa. Memang dari dulu sudah kerja di sana,” katanya, Sabtu (24/8/2019).

Pria berpostur tegap itu mengaku tidak memiliki firasat aneh perihal ayahnya.

Pasalnya, tepat di hari kapal naas itu terbakar, Aris termasuk keluarga besarnya mengaku sedang sibuk mempersiapkan segala sesuatu untuk menyambut kelahiran anak pertamanya, atau cucu Wiji.

“Kemarin anak saya baru lahir. Malamnya dikabari (insiden KMP Santika Nusantara terbakar),” tukasnya.

Mayat Wiji (54), korban tewas KM Santika Nusantara saat dibawa ke RS Bhayangkara Polda Jatim, Sabtu (24/8/2019).
Mayat Wiji (54), korban tewas KM Santika Nusantara saat dibawa ke RS Bhayangkara Polda Jatim, Sabtu (24/8/2019). (tribun jatim/luhur pambudi)

Seharusnya kelahiran anak pertamanya Kamis (22/8/2019) itu membawa kabar kebahagiaan bagi Wiji yang telah menjadi seorang kakek.

Beberapa jam sebelum Wiji menumpang KM Santika Nusantara, ia kerap menelpon memastikan kelahiran cucu pertamanya di Blora.

“Siangnya itu sering telpon tanya, ‘sudah lahir belum’. Yang terakhir, saya bilang sudah lahir, lah waktu itu terputus karena mungkin sinyal sudah mulai sulit,” katanya.

Aris mengatakan komunikasi antara Wiji dan keluaganya di Blora terakhir terputus sekitar pukul 13.00 WIB, Kamis (22/8/2019) kemarin.

“Jam 1 siang itu sudah gak ada kabar,” jelasnya.

Itulah terakhir kali ia mengetahui kabar ayahnya yang kini telah meninggal dunia. 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved