Berita Jember

Respons Forkopimda terkait Reaksi Ulama Tokoh Agama Jember atas Penampilan Para Model di Arena JFC

Mereka menganggap penampilan pesohor seperti Cinta Laura, Frederika Alexis Cull, dan beberapa model mengumbar aurat.

Respons Forkopimda terkait Reaksi Ulama Tokoh Agama Jember atas Penampilan Para Model di Arena JFC
SURYAOnline/Sri wahyunik
Para tokoh agama dan ulama bersama Forkopimda Jember menggelar pertemuan mengevaluasi penampilan para model di arena Jember Festival Carnival (JFC) 2019. 

Kritik dan sarana kepada JFC, lanjutnya, akan selalu diterima JFC secara terbuka. Kritik dan evaluasi itu menjadi modal untuk memperbaiki pagelaran tersebut.

Dia mencontohkan di tahun 2005 silam, pihak JFC juga pernah beraudiensi dengan DPRD Jember. Ketika itu yang dipersoalkan juga perihal kostum JFC. Karena itu, Presiden JFC Dynand Fariz kala itu langsung meminta kostum talent diperhatikan mulai dari rambut sampai kaki. Istilah yang dipakai JFC adalah semua tubuh memakai busana.

"Jadi dari rambut sampai kaki berbusana, dan itu tidak mengurangi kreatifitas talent JFC dan tetap mendunia sampai hari ini. Memang kemarin ada tamu dari luar yang belum sempat berkomunikasi soal kostum. Tentunya selanjutnya kami akan menghormati kearifan lokal dan norma di sebagian besar masyarakat Jember. Adanya regulasi tidak akan mengurangi kreatifitas maupun pakem JFC," tegas Yanto.

Sedangkan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jember Halim Subahar membenarkan pertemuan itu untuk menjembatani keresahan di masyarakat akan JFC-18 kemarin.

"Namun tadi pihak JFC dan bupati sudah menyampaikan permintaan maaf secara terbuka, dan seperti itu dijamin tidak terjadi lagi di lain hari. Murni itu keteledoran JFC," ujar Halim.

Dia mengakui di beberapa kali sebelum pagelaran JFC, almarhum Dynan Fariz berkomunikasi dengan beberapa pihak termasuk bupati dan tokoh agama. KOmunikasi itu antara lain perihal defile dan kostum yang akan dipakai oleh talent JFC.

"Kemarin kecolongan tamu dari luar yang datang itu, tanpa sempat berkoordinasi. Kami harapkan tidak terjadi lagi karena kemarin itu memicu keresahan dan kemarahan beberapa pihak. Yang menarik dari pertemuan ini, nantinya ada proteksi terhadap artis luar yang tampil di Jember, proteksi itu dalam hal penggunaan kostum contohnya untuk mempertimbangkan norma, etika, dan nilai-nilai di Jember," tegasnya.

Karenanya dia menyambut baik rencana dibuatnya regulasi tentang pelaksanaan event di Kabupaten Jember.

Terkait rencana aksi yang akan dilakukan, Rabu (7/8/2019) besok, Halim berharap aksi tidak dilakukan sebab aspirasi mereka sudah diwakili oleh sejumlah tokoh, ulama, dan kiai yang hadir di pertemuan sore tersebut.

Kostum yang dipakai beberapa pesohor yang tampil di JFC-18, Minggu (4/8/2019) memicu komentar negatif dari beberapa pihak. Pesohor yang mendapat porsi sorotan cukup banyak adalah Cinta Laura.

Halaman
1234
Penulis: Sri Wahyunik
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved