Senin, 20 April 2026

Berita Jember

Respons Forkopimda terkait Reaksi Ulama Tokoh Agama Jember atas Penampilan Para Model di Arena JFC

Mereka menganggap penampilan pesohor seperti Cinta Laura, Frederika Alexis Cull, dan beberapa model mengumbar aurat.

Penulis: Sri Wahyunik | Editor: Parmin
SURYAOnline/Sri wahyunik
Para tokoh agama dan ulama bersama Forkopimda Jember menggelar pertemuan mengevaluasi penampilan para model di arena Jember Festival Carnival (JFC) 2019. 

Bupati Faida juga secara tegas meminta maaf kepada semua pihak jika pagelaran JFC-18 kemarin menyakiti beberapa pihak. Bagaimanapun, lanjutnya, apa yang terjadi di Kabupaten Jember merupakan tanggungjawab kepala daerah.

"JFC memang tidak dilaksanakan oleh Pemkab Jember, namun apa yang terjadi di Jember merupakan tanggungjawab kepala daerah, saya dan Pak Wabup. Karenanya saya dan Pak Kiai (sebutan untuk Wabup Jember Abdul Muqit Arief) meminta maaf yang sebesar-besarnya. Yang baik dikatakan baik dan dijaga serta diteruskan, sedangkan yang salah ya dikatakan salah dan harus diperbaiki," tegasnya.

Sedangkan CEO JFC Suyanto juga menyampaikan permohonan maaf mewakili manajemen JFC. Menurutnya, perjalanan 18 tahun JFC belum jadi perjalanan panjang karena karnaval itu harus hidup bertahun-tahun mendatang. "Jadi kalau dalam perjalanannya ada ban yang bocor, tentunya harus ditambal. Untuk JFC kemarin, kami akui ada kelalaian, dan itu tanggungjawab saya. Karenanya kami menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat," tegas Yanto.

Sebagai tuan rumah, pihaknya menghargai tamu dari luar sekaligus sahabat yang ingin hadir dan tampil di JFC. Apalagi kehadiran para pesohor itu tidak dibayar oleh JFC.

Di sisi lain, pihak JFC mengakui kecolongan atas kostum dari beberapa pesohor. Kostum yang mereka pakai diketahui sudah mendekati hari H. Sementara para manajemen JFC sibuk pada persiapan perhelatan JFC, termasuk mengurusi para talent di internal JFC.

Kritik dan sarana kepada JFC, lanjutnya, akan selalu diterima JFC secara terbuka. Kritik dan evaluasi itu menjadi modal untuk memperbaiki pagelaran tersebut.

Dia mencontohkan di tahun 2005 silam, pihak JFC juga pernah beraudiensi dengan DPRD Jember. Ketika itu yang dipersoalkan juga perihal kostum JFC. Karena itu, Presiden JFC Dynand Fariz kala itu langsung meminta kostum talent diperhatikan mulai dari rambut sampai kaki. Istilah yang dipakai JFC adalah semua tubuh memakai busana.

"Jadi dari rambut sampai kaki berbusana, dan itu tidak mengurangi kreatifitas talent JFC dan tetap mendunia sampai hari ini. Memang kemarin ada tamu dari luar yang belum sempat berkomunikasi soal kostum. Tentunya selanjutnya kami akan menghormati kearifan lokal dan norma di sebagian besar masyarakat Jember. Adanya regulasi tidak akan mengurangi kreatifitas maupun pakem JFC," tegas Yanto.

Sedangkan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jember Halim Subahar membenarkan pertemuan itu untuk menjembatani keresahan di masyarakat akan JFC-18 kemarin.

"Namun tadi pihak JFC dan bupati sudah menyampaikan permintaan maaf secara terbuka, dan seperti itu dijamin tidak terjadi lagi di lain hari. Murni itu keteledoran JFC," ujar Halim.

Dia mengakui di beberapa kali sebelum pagelaran JFC, almarhum Dynan Fariz berkomunikasi dengan beberapa pihak termasuk bupati dan tokoh agama. KOmunikasi itu antara lain perihal defile dan kostum yang akan dipakai oleh talent JFC.

"Kemarin kecolongan tamu dari luar yang datang itu, tanpa sempat berkoordinasi. Kami harapkan tidak terjadi lagi karena kemarin itu memicu keresahan dan kemarahan beberapa pihak. Yang menarik dari pertemuan ini, nantinya ada proteksi terhadap artis luar yang tampil di Jember, proteksi itu dalam hal penggunaan kostum contohnya untuk mempertimbangkan norma, etika, dan nilai-nilai di Jember," tegasnya.

Karenanya dia menyambut baik rencana dibuatnya regulasi tentang pelaksanaan event di Kabupaten Jember.

Terkait rencana aksi yang akan dilakukan, Rabu (7/8/2019) besok, Halim berharap aksi tidak dilakukan sebab aspirasi mereka sudah diwakili oleh sejumlah tokoh, ulama, dan kiai yang hadir di pertemuan sore tersebut.

Kostum yang dipakai beberapa pesohor yang tampil di JFC-18, Minggu (4/8/2019) memicu komentar negatif dari beberapa pihak. Pesohor yang mendapat porsi sorotan cukup banyak adalah Cinta Laura.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved