Kamis, 9 April 2026

Berita Jember

Respons Forkopimda terkait Reaksi Ulama Tokoh Agama Jember atas Penampilan Para Model di Arena JFC

Mereka menganggap penampilan pesohor seperti Cinta Laura, Frederika Alexis Cull, dan beberapa model mengumbar aurat.

Penulis: Sri Wahyunik | Editor: Parmin
SURYAOnline/Sri wahyunik
Para tokoh agama dan ulama bersama Forkopimda Jember menggelar pertemuan mengevaluasi penampilan para model di arena Jember Festival Carnival (JFC) 2019. 

Surya.co.id, Jember - Pagelaran Jember Fashion Carnaval (JFC)-18 tahun 2019 berbuntut pada pertemuan sejumlah pihak di Kabupaten Jember, (6/8/2019). Pertemuan yang digelar di Ruang Tamyaloka Pendapa Wahyawibawagraha itu menyusul keresahan yang muncul paska perhelatan JFC-18.

Pertemuan itu digagas oleh Forkopimda Jember antara lain Bupati, Kapolres, dan Dandim Jember. Pertemuan dipimpin oleh Bupati Jember Faida, dan dihadiri Kapolres Jember AKBP Kusworo Wibowo, sejumlah tokoh agama dan masyarakat, serta manajemen JFC.

Kapolres Jember Kusworo Wibowo membenarkan pertemuan itu merespons keresahan dan keluhan sebagian masyarakat pasca JFC, yang disampaikan baik melalui media sosial maupun secara langsung kepadanya.

Dirinya sebagai penanggungjawab keamanan Kabupaten Jember juga merasa pertemuan itu penting untuk meredam keresahan tersebut. Pertemuan itu juga untuk mengantisipasi supaya tidak terjadi aksi yang bakal digelar pada Rabu (7/8/2019).

"Penyampaian aspirasi itu boleh, dan memang sudaha da surat pemberitahuan masuk ke kami. Namun semoga dengan pertemuan ini menjadi pertemuan solutif, yang cukup memberi solusi bagi keresahan sebagian masyarakat. Pertemuan ini memang dilakukan secara mendadak meresposn keresahan yang disampaikan sebagian masyarakat Jember," ujar Kusworo.

Keresahan pasca JFC-18 bermunculan dari sejumlah warga, terutama kalangan ulama dan pesantren. Keluhan berkutat pada anggapan penampilan beberapa pesohor yang tampil di JFC-18.

Mereka menganggap penampilan pesohor seperti Cinta Laura, Frederika Alexis Cull, dan beberapa model mengumbar aurat. Aurat yang dimaksud seperti dalam bentuk mempertontonkan paha di depan publik saat karnaval.

Pertemuan itu sendiri berjalan sekitar dua jam lamanya. Wartawan tidak dibolehkan mengikuti keseluruhan pertemuan. Wartawan diberi waktu memotret di awal pertemuan, lantas diminta keluar karena pertemuan dilakukan secara tertutup oleh para pihak.

Usai pertemuan, Bupati Jember Faida mengucapkan terimakasih kepada awak media yang mau menunggu pertemuan itu. "Bukan berarti tidak boleh namun forum ini memberikan kesempatan kepada para pihak yang ingin menyampaikan sesuatu tanpa perlu khawatir. Pertemuan ini mendadak, tanpa surat resmi dan Alhamdulillah sebagian besar datang. Tidak mudah mengumpulkan para tokoh yang sibuk dalam satu forum. Pertemuan ini memang merespon keluhan, keresahan, dan saran dari sejumlah pihak," ujar Faida.

Pertemuan itu digelar memang pasca perhelatan JFC. Pertemuan itu sekaligus evaluasi atas pelaksanaan event-event di Kabupaten Jember.

"Jadi bukan semata hanya Jember Fashion Carnaval, namun juga pelaksanaan event lain di Jember. Pertemuan ini untuk pembenahan mendasar di Kabupaten Jember tentang bagaimana event-event digelar," imbuhnya. Meskipun ia mengakui pertemuan itu menjadi evaluasi bagi JFC juga.

Namun pembenahan event tidak hanya untuk JFC, tetapi juga event lain seperti gerak jalan Tanggul Jember Tradisional (Tajemtra). Saran dari beberapa tokoh antara lain, kostum atau pakaian dalam event tidak melanggar norma-norma yang dianut sebagian masyarakat Jember, juga waktu pelaksanaan tidak menabrak waktu shalat.

Sedangkan khusus untuk JFC nantinya, kostum yang dipakai oleh talent tidak boleh melanggar norma yang dianut oleh sebagian besar masyarakat Jember. Tamu atau talent dari luar JFC yang tampil di JFC, kata Bupati Faida, juga harus mengikuti kesepakatan dan aturan tersebut.

Nantinya Bupati bakal membuat peraturan tentang pelaksanaan event-event di Jember. Regulasi dituangkan dalam Peraturan Bupati.

Apa yang tertuang di regulasi itu, antara lain bersumber dari masukan sejumlah tokoh yang hadir di pertemuan tersebut. "Supaya tidak menabrak norma yang dianut oleh sebagian besar masyarakat Jember. Juga sebelum pelaksanaan JFC nanti ada paparan kostum yang akan dipakai, tidak harus detil namun ada komunikasi," tegasnya.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved