Kilas Balik

Penyebab Soeharto Tak Pakai Kalimat 'Mengundurkan Diri' dalam Pidato, Sampai Buka UUD 1945

Penyebab Soeharto tak pakai kalimat 'mengundurkan diri' dalam pidatonya sebelum lengser dari kursi Kepresidenan terungkap.

Penyebab Soeharto Tak Pakai Kalimat 'Mengundurkan Diri' dalam Pidato, Sampai Buka UUD 1945
Kolase Tribun Bogor
Penyebab Soeharto Tak Pakai Kalimat 'Mengundurkan Diri' dalam Pidato, Sampai Buka UUD 1945 

SURYA.co.id - Penyebab Soeharto tak pakai kalimat 'mengundurkan diri' dalam pidatonya sebelum lengser dari kursi Kepresidenan terungkap.

Kala itu, Soeharto sangat berhati-hati dalam mencari kata yang tepat untuk menyusun pidato pengunduran dirinya sebagai presiden.

Soeharto mengumumkan diri mundur dari kursi presiden setelah 32 tahun mendudukinya pada 21 Mei 1998.

Pidato pengunduran diri Soeharto dibacakan di Istana Merdeka sekitar pukul 09.00 WIB.

Dalam pidatonya, Soeharto mengatakan bahwa langkah ini dia ambil setelah melihat 'perkembangan situasi nasional' saat itu.

Tuntutan rakyat untuk mengadakan reformasi di segala bidang, terutama permintaan pergantian kepemimpinan nasional, menjadi alasan utama mundurnya Soeharto.

"Saya memutuskan untuk menyatakan berhenti dari jabatan saya sebagai Presiden Republik Indonesia, terhitung sejak saya bacakan pernyataan ini pada hari ini, kamis 21 Mei 1998," ujar Soeharto, dilansir dari buku 'Detik-detik yang Menentukan, Jalan Panjang Indonesia Menuju Demokrasi' (2006) yang ditulis Bacharuddin Jusuf Habibie.

Jika diperhatikan, Soeharto menggunakan kata 'berhenti' dalam pidato pengunduran dirinya itu.

Ternyata, ada cerita dibalik pemilihan kata tersebut. 

Dalam tulisan yang diunggah website pribadinya, Mbak Tutut menceritakan momen saat Soeharto menyusun pidato pengunduran dirinya: 

Halaman
1234
Penulis: Arum Puspita
Editor: Adrianus Adhi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved