Geger Penemuan Bayi Terbungkus Kain Pocong, Ari-arinya Dimasukkan Toples Kue & Dibungkus Kain Putih
Geger Penemuan Bayi Terbungkus Kain Pocong, Ari-arinya Dimasukkan Toples Kue & Dibungkus Kain Putih
Penulis: Alif Nur Fitri Pratiwi | Editor: Adrianus Adhi
"Setelah kain pocong dibuka, ternyata berisikan mayat bayi perempuan yang baru lahir," ungkapnya.
Tak lama kemudian, mayat bayi perempuan itu dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ciawi, Bogor, untuk keperluan otopsi.
Hingga saat ini, jajaran Polsek Pancoran Mas masih melakukan penyelidikan mendalam untuk mengungkap siapa pelaku pembuang mayat bayi perempuan tersebut.
Kasus penemuan bayi bukan kali ini saja terjadi.
Kasus bayi dibuang juga terjadi di tepi jalan Gang Petai, Kelurahan Kampung Dalam, Kecamatan Siak, Kabupaten Siak, Riau pada (24/6/2019) lalu.
Bayi malang tersebut hanya mampu bertahan selama 2 hari setelah diantarkan warga ke RSUD Tengku Rafian Siak.
"Pada hari Senin tanggal 24 Juni 2019 pukul 07.50 WIB telah meninggal dunia bayi perempuan yang dirawat di RSUD Siak," kata Kapolres Siak AKBP Ahmad David.
Bayi tersebut awalnya ditemukan dalam keadaan hidup di dalam kantong plastik hitam Gang Petai belakang Siak meubel Kelurahan Kampung Dalam, Kecamatan Siak.

• Ada Benjolan di Leher Raffi Ahmad, Suara Suami Nagita Slavina Kini Berubah dan Harus Operasi
• Penampakan Dompet Hotman Paris yang Murah & Beli di Pasar Tradisional, Isinya Bisa Buat Beli Berlian
• Deretan Perawatan Wajah Muzdalifah, Istri Fadel Islami Rela Wajahnya Disuntik, Begini Perubahannya
Warga menemukan bayi itu pada Sabtu (22/6/2019) pukul 18.30 WIB.
Ia mengatakan, pihak RSUD Tengku Rafian Siak menghubungi Polsek Siak terkait laporan meninggalnya bayi perempuan tersebut.
Jajaran Polsek bersama warga setempat mengurus pemakaman bayi tersebut.
"Prosesi memandikan, mengkafani, menyalatkan hingga pemakaman sudah selesai digelar," tambah dia.
Pihaknya masih terus melakukan penyelidikan atas pelaku pembuang bayi malang itu.
Ia membantah adanya isu di media soal yang mengatakan ibu bayi tersebut masih duduk di bangku SMP.
"Tunggu hasil penyelidikan dan penyidikan kita, jangan tebar hoaks yang bisa membuat masyarakat kebingungan," kata dia.