Pilpres 2019

Marak Hoaks Petugas KPPS Tewas Diracun, KPU Ungkapkan Hal Sebaliknya kepada Publik

Marak informasi hoaks petugas KPPS tewas diracun membuat komisi pemilihan umum ( KPU) mengungkapkan hal sebaliknya kepada publik.

Marak Hoaks Petugas KPPS Tewas Diracun, KPU Ungkapkan Hal Sebaliknya kepada Publik
TRIBUNNEWS/MUHAMMAD FADHLULLAH
Ketua KPU Arief Budiman memberikan penjelasan dalam rapat pleno di Gedung KPU, Jakarta, Senin (08/04/2019). Marak Hoaks Petugas KPPS Tewas Diracun, KPU Ungkapkan Hal Sebaliknya kepada Publik 

SURYA.co.id | JAKARTA - Marak informasi hoaks petugas KPPS tewas diracun membuat komisi pemilihan umum ( KPU) mengungkapkan hal sebaliknya kepada publik.

Berdasarkan laporan yang diterima komisioner KPU, para petugas KPPS yang meninggal dunia itu kebanyakan sudah mempunyai riwayat penyakit sebelumnya.

Oleh karena itu, mereka sampai meninggal dunia karena kelelahan.

Hal itu diungkapkan oleh Ketua Komisi Pemilihan Umum Arief Budiman di Gedung KPU, Jakarta, Sabtu (11/5/2019).

Ia memastikan tak ada petugas KPPS yang meninggal karena keracunan.

Hal ini disampaikan Arief untuk membantah isu yang ramai berkembang di media sosial.

Pengakuan Wanita Non Muslim yang Viral Belikan Pizza Driver Gojek untuk Buka Puasa, ini Faktanya

Klarifikasi Rektor UIC Musni Soal Cuitan Perang Ilmu Gaib Pertahankan Jokowi yang Viral di Twitter

Kabar Terbaru Jenderal TNI (Purn) Kivlan Zen yang Dicegat Polisi Saat Akan Pergi ke Luar Negeri

Promo Paket Internet Telkomsel #KuotaKeluarga 80GB Bisa Dibagi ke 5 Nomor Hp, ini Langkah-langkahnya

"Tidak ada sampai saat ini, tidak ada laporan yang menyatakan bahwa yang meninggal ini karena keracunan, itu tidak ada," kata Arief.

"Justru laporannya masuk yang ketika itu memang mereka sudah sakit. Ada yang jantung, hipertensi," ucap Arief.

Arief mengatakan, KPU sudah memperhitungkan risiko akan banyaknya petugas yang kelelahan karena beban kerja yang berat.

Oleh karena itu KPU sudah mengurangi jumlah pemilih di tiap TPS dari semula 500 menjadi 300.

Halaman
123
Editor: Iksan Fauzi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved