Pilpres 2019

Marak Hoaks Petugas KPPS Tewas Diracun, KPU Ungkapkan Hal Sebaliknya kepada Publik

Marak informasi hoaks petugas KPPS tewas diracun membuat komisi pemilihan umum ( KPU) mengungkapkan hal sebaliknya kepada publik.

Marak Hoaks Petugas KPPS Tewas Diracun, KPU Ungkapkan Hal Sebaliknya kepada Publik
TRIBUNNEWS/MUHAMMAD FADHLULLAH
Ketua KPU Arief Budiman memberikan penjelasan dalam rapat pleno di Gedung KPU, Jakarta, Senin (08/04/2019). Marak Hoaks Petugas KPPS Tewas Diracun, KPU Ungkapkan Hal Sebaliknya kepada Publik 

KPU melakukan simulasi dan KPU melihat ada kemungkinan itu.

"Jadi kami antisipasi," kata dia.

Jumlah penyelenggara pemilu ad hoc yang meninggal dunia kini mencapai 469 orang.

Selain itu, sebanyak 4.602 lainnya dilaporkan sakit. Angka ini mengacu pada data Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada hari ini, Jumat (10/5/2019).

"Yang meninggal dunia 469, yang sakit 4.602. Total 5071," kata Komisioner KPU Evi Novida Ginting Manik, di Kantor KPU, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (10/5/2019).

Penyelenggara yang dimaksud meliputi Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK), Panitia Pemungutan Suara (PPS), dan Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS).

Perlu kajian

Direktur Eksekutif Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) Titi Anggraini menilai, perlu ada kajian yang mendalam mengenai penyebab meninggalnya anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara ( KPPS).

Titi mengatakan, tuntutan autopsi yang didesak sejumlah pihak harus mempertimbangkan aspek hukum dan persetujuan dari pihak keluarga.

"Saya kira kan dari sisi aspek hukum harus ada alasan-alasan yang kuat dan juga termasuk persetujuan keluarga dari sisi hukum untuk dilakukan," kata Titi saat ditemui wartawan di Gado-gado Boplo, Cikini, Jakarta, Sabtu (11/5/2019).

Halaman
123
Editor: Iksan Fauzi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved