Minggu, 26 April 2026

Menyulap Bekas Tambang Lebih Indah dan Bernilai Ekonomi, Ditengah Masih Maraknya Illegal Mining

Menyulap Bekas Tambang Menjadi Lebih Indah dan Bernilai Ekonomi Ditengah Masih Maraknya Illegal Mining.

Penulis: Mujib Anwar | Editor: Adi Sasono
SURYA/MUJIB ANWAR
Bekas tambang batu kapur di Desa Tugu, Kecamatan Mantup, Kabupaten Lamongan, yang terus dimanfaatkan untuk pengembangan area wisata Istana Gunung Mas 27. Keberadaan lokasi wisata alternatif baru ini telah berdampak pada perekonomian warga sekitar. 

SURYA.co.id I SURABAYA – Istana Gunung Mas 27, Minggu (3/2/2019) siang, tampak ramai. Ratusan orang memenuhi setiap sudut lokasi wisata yang berada di Desa Tugu, Kecamatan Mantup, Kabupaten Lamongan ini, untuk menghabiskan liburan akhir pekan bersama keluarga.

Bangunan yang ada di Istana Gunung Mas didominasi warna merah yang jadi ciri khasnya. Sangat kental dengan nuansa Jawa dan Tionghoa. Dilengkapi sejumlah fasilitas bermain untuk anak-anak, dan beberapa area khusus bagi keluarga untuk bersantai.

Namun tidak ada yang menyangka, bahwa dulunya Istana Gunung Mas 27 adalah bekas tambang batu kapur di Kabupaten Lamongan.

“Saya benar-benar kagum dan tak menyangka, bekas tambang batu kapur yang awalnya mangkrak bisa disulap dari tempat wisata alternatif yang indah, menarik dan juga edukatif,” ujar Shomad, pengunjung asal Kecamatan Sekaran, Kabupaten Lamongan, kepada Surya.co.id.

Isti Taufik, sang pemilik mengatakan, Obyek Wisata Gunung Mas 27 sebelumnya adalah rumah peristirahatan keluarganya yang dibangun di bekas tambang kapur.

Karena banyak orang yang datang, sehingga akhirnya diubah menjadi tempat wisata dan sekarang mulai banyak dikunjungi para wisatawan, sebagai lokasi wisata alternatif.

“Alhamdulillah, bisa jadi nilai tambah dan menciptakan lapangan pekerjaan untuk masyarakat sekitar,” tegasnya.

Untuk itu, pengembangan area Wisata Gunung Mas dengan zona permainan baru yang makin menarik terus dilakukan oleh pemiliknya.

Hal senada juga terjadi di Kabupaten Tuban. Di wilayah ini, lahan bekas tambang batu kapur milik PT Semen Indonesia juga direklamasi dan disulap menjadi sebuah taman indah yang menjadi tempat wisata baru bagi masyarakat Bumi Ronggolawe dan sekitarnya.

Tempat wisata itu diberi nama Taman Bukit Daun. Lokasinya berada di Desa Sumberarum, Kecamatan Kerek, Kabupaten Tuban.

Disebut bukit daun, karena taman ini menyerupai bentuk daun yang berada di ketinggian.

Hendra, seorang pengunjung asal Kelurahan Perbon, Kota Tuban, mengaku telah beberapa kali datang ke Taman Bukit Daun, karena pemandangannya yang indah, asri, dan membuat pikirannya fresh.

“Pokoknya pasti sampean tidak nyangka, kalau taman ini dulunya bekas tambang batu kapur yang telah direklamasi. Makanya, minimal setiap dua pekan sekali saya dan keluarga selalu ke sini,” ucapnya.

Sekretaris Perusahaan PT Semen Indonesia Agung Wiharto mengatakan, luas Taman Bukit Daun hasil reklamasi berada di lahan seluas 1.000 m2.

Selain rindang dan asri, di taman tersebut juga memiliki sepuluh tanaman langka, seperti damar, kawista, gaharu, ulin, kurma, dan duwet.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved