Selasa, 14 April 2026

Berita Surabaya

Rumah Sakit Premier Surabaya Gelar Seminar Kesehatan Bertajuk Gula & Lagu

Seminar kesehatan yang diikuti ratusan peserta itu mengkaji berbagai ancaman penyakit jantung, Stroke, diabetes yang rentan menyerang di segala usia

Penulis: Mohammad Romadoni | Editor: Cak Sur
SURYA.co.id/M Romadoni
RS Premier Surabaya menggelar seminar populer How To Get a Healthy life bertajuk 'Gula dan Lagu' di Maspion Square, Sabtu (10/11/2018) 

SURYA.co.id | SURABAYA - Rumah Sakit Premier Surabaya menggelar seminar populer How To Get a Healthy life bertajuk 'Gula dan Lagu' di Maspion Square, Sabtu (10/11/2018).

Seminar kesehatan yang diikuti ratusan peserta itu mengkaji berbagai ancaman penyakit jantung, Stroke, diabetes dan lainnya yang rentan menyerang di segala usia.

Acara seminar ini juga dihadiri bintang tamu artis papan atas sekaligus bintang film, Ari Wibowo yang merupakan Ambassador Rumah Sakit Premier.

Adapun tiga pakar kesehatan dalam seminar tersebut adalah tiga dokter dari Rumah Sakit Premier Surabaya yaitu Dr. Hans Tandra Internist, Endocrinologists, Health Motivator dan penulis buku best seller.

Dr Lilik Murtiningsih spesialis jantung dan Dr Christian Kamallan spesialis Saraf.

Kegiatan seminar ini juga diisi pemaparan dari Laboratorium Prodia dan presentasi dari Dr. Hartono Tanto Direktur Rumah Sakit Premier Surabaya.

Dr. Hans Tandra menerangkan saat presentasi kepada peserta seminar supaya bijak menentukan asupan makanan sehat yang dikonsumsi setiap hari, untuk mencegah penyakit diabetes dan menjaga kestabilan kolesterol dalam tubuh.

"Asupan makanan karbohidrat, serat didapat dari buah dan sayur, protein pada ikan sangat penting namun semuanya harus seimbang sesuai porsinya," ujar dokter Hans.

Hans mengatakan misalnya, satu buah pisang setara karbohidrat sepiring nasi. Berarti apabila sudah mengkonsumsi itu tidak dianjurkan makan makanan yang mengandung karbohidrat.

Dia juga menekankan agar senantiasi menjaga pola makan yang sangat penting untuk menjaga kesehatan.

Menurut dia, makan pagi (Sarapan) pukul 07.00 WIB itu sangat baik karena diimbangi aktivitas gerak tubuh. Sebaliknya, kurangi mengkonsumsi makanan karbohidrat ketika hendak tidur.

"Makan malam boleh tapi kurangi asupan karbohidrat dan perbanyak serat buah terutama sayuran," ungkapnya.

Masih kata dokter Hans, selain menjaga asupan makanan juga dikombinasikan dengan olahraga aerobik yang membutuhkan kestabilan oksigen.

Hans mengatakan olahraga tidak perlu 'Ngoyo' berkeringat dan memakai baju olahraga khusus. Olaharga aerobik bisa dilakukan jalan setiap hari. Paling baik jalan kaki dilakukan sekitar satu jam usai mengkonsumsi makanan untuk membakar lemak jahat dan mempertahankan lemak baik dalam tubuh.

"Minimal jalan kaki dilakukan selama lima kali dalam satu pekan," imbuhnya.

Selanjutnya, acara ini dilanjutkan sesi tanya jawab seputar masalah kehatan dari sejumlah peserta seminar.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved