Pilkada 2018
Website Situng KPU Tak Terpantau, Begini Kata Tim Pemenangan Khofifah-Emil
Data rekapitulasi internal real count digunakan sebagai data pembanding dan pertimbangan dalam rekapitulasi Pilgub 2018.
Penulis: Fatimatuz Zahro | Editor: irwan sy
SURYA.co.id | SURABAYA - Juru Bicara Tim Pemenangan pasangan Khofifah Indar Parawansa - Emil Elestianto Dardak, KH Zahrul Azhar Asad, menegaskan bahwa data rekapitulasi internal real count digunakan sebagai data pembanding dan pertimbangan dalam rekapitulasi Pilgub 2018.
Bagi tim, menurut pria yang akrab disapa Gus Hans itu, satu suara sangat bermakna karena itu mengandung amanah dari rakyat yang harus dipertanggung jawabkan.
"Seperti kita ketahui sekarang situs resmi KPU ada yang meretas dan sampai sekarang belum pulih, sehingga tak bisa dibuka masyarakat. Oleh karena itu pengawalan suara dari pihak paslon menjadi penting dan sangat dibutuhkan untuk second data," kata Gus Hans, Kamis (5/7/2018).
Menurutnya, dengan selisih sekitar 7-8 persen ini memang sudah tidak mungkin untuk dimain-mainkan. Karena sesuai aturan hanya selisih dibawah 0,5 persen saja yang bisa diperkarakan di MK.
"Karena pemilih di Jawa Timur lebih dari 12 juta orang. Maka di atas 0,5 persen saja selisih yang dihasilkan dari kemenangan, maka sudah tidak bisa diperkarakan," tegasnya.
Tetapi sebagai upaya menghargai upaya konstitusional maka tim menegaskan akan tetap menghormati pengumuman KPU yang dipastikan tidak akan jauh berbeda dri hasil itungan internal.
"Dalam kesempatan ini saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh relawan, saksi dan koordinator lapangan atas jerih payahnya demi menghasilkan Pilgub yang bersih dan bermartabat," pungkas Gus Hans.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/gus-hans_20180403_205639.jpg)