Senin, 13 April 2026

Pilkada 2018

Sukseskan Pilbup, KPU Jombang Grebek Pasar di 24 Titik

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Jombang menggelar sosialisasi pilkada di pasar-pasar tradisional kabupaten setempat.

Penulis: Sutono | Editor: Eben Haezer Panca
surabaya.tribunnews.com/sutono
Suasana grebek pasar yang digelar KPUD Jombang untuk mensosialisasikan Pemilihan Bupati 

SURYA.co.id | JOMBANG - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Jombang menggelar sosialisasi pilkada setempat di pasar-pasar tradisional kabupaten setempat.

Sedikitnya ada 24 pasar tradisional di Kabupaten Jombang menjadi sasaran sosialisasi yang dikemas dengan tajuk Grebek Pasar tersebut.

Komisioner KPU Jombang, Fatoni, mengungkapkan, momen keramaian pasar merupakan lokasi yang tepat digunakan melakukan sosialisasi.

"Kami sosialisasi dalam bentuk Grebek Pasar karena pasar adalah tempat berkumpulnya orang atau masyarakat,” kata Fatoni kepada Surya, saat Grebek Pasar di Pasar Tapen, Kecamatan Kudu, Kamis (10/5/2018).

Grebek Pasar yang digelar di 24 pasar tradisional berlangsung selama enam hari, mulai Rabu (9/5/2018) hingga Senin (15/5/2018).

"Setiap hari rata-rata empat pasar tradisional kami sambangi. Hari ini kami menyambangi Keboan, Kecamatan Ngusikan, Pasar Tapen Kecamatan Kudu, dan Pasar Bareng Kecamatan Bareng," kata Fatoni.

Kemasan Grebek Pasar sendiri dikemas dengan andalan hiburan dangdut dan pemberian 'door prize' sebagai daya tarik bagi warga atau pengunjung pasar.

"Kami sosialisasi ikhwal pilbup Jombang 27 Juni 2018, namun selingi hiburan dan pemberian door prize. Doorprize kami berikan bagi yang bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan yang kami lemparkan," terang Fatoni.

Pantauan acara Grebek Pasar di Pasar Tapen Kudu, dan Pasar Keboan, Kecamatan Ngusikan, puluhan warga tampak berkerumun depan di panggung mini ukuran sekitar 3 x 1 meter tinggi 0,5 meter di samping mobil pikap milik KPU.

Di panggung kecil itulah, kru KPU melakukan sosialisasi. Di panggung itu pula, dua biduan dangdut menghibur warga saat jeda sosialisasi.

Sedangkan peralatan musik dan 'sound system' diletakkan di bak pikap. Termasuk para pemusik juga memainkan alat musik kendang, guitar dan organ di atas bak pikap.

Tak hanya itu, 'pertunjukan' juga diwarnai penampilan dua sosok badut. Dua badut ini membantu membagikan selebaran atau brosur sosialisasi kepada pengunjung pasar.

Selain oleh badut, pembagian selebaran juga dilakukan oleh belasan panitia pemilihan kecamatan (PPK) dan panitian pemilihan suara (PPS) se Kecamatan Kudu dan se Kecamatan Ngusikan.

Di sela sosialisasi, kru KPU mengajukan beragam pertanyaan kepada warga. Antara lain, tanggal berapa dilakukan pilbup? Kemudian, di mana tempat untuk menyalurkan suara pada pilbup nanti?

Bagi yang bisa menjawab beragam pertanyaan itu, langsung dihadiahi doorprize. Antara lain bherupa, minyak goreng satu kilogram, sabun cuci, gula pasir dan sembako.

"Dengan sosialisasi ini harapan kami harapkan tingkat partisipasi masyarakat bisa lebih tinggi dibandingkan pilkada sebelumnya,” pungkas Fatoni.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved