Minggu, 19 April 2026

Beranda Grahadi

Absen Kampanye, Emil Turut Resmikan Pelayaran Perintis Selatan Jawa di Cilacap

Adanya tol laut ini membuat angkutan barang diyakini akan jauh lebih efisien serta efektif karena bisa mengangkut barang lebih banyak.

surya/istimewa

SURYA.co.id | CILACAP - Rabu (9//2018), Cawagub Jatim nomor urut satu, Emil Elestianto Dardak tidak melakukan kunjungan ke sejumlah daerah di Jawa Timur seperti biasanya karena ada agenda di Jawa Tengah.

Emil yang juga menjabat Wakil Ketua APKASI (Asosiasi Kepala Daerah Seluruh Indonesia), menghadiri acara Peresmian Pelayaran Perdana Kapal Perintis Route-106 Jalur Selatan Jawa di Pelabuhan Tanjung Intan, Kabupaten Cilacap.

Selain Emil, turut hadir plt Gubernur Jawa Tengah, Heru Sudjatmoko; Bupati Cilacap, Tatto Pamuji; Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Laut Ditjen Perhubungan Laut Kemenhub, Chandra Irawan; serta Wakil Bupati Pacitan, Yudi Sumbogo.

Kehadiran Emil, selain karena wakil ketua APKASI, juga karena dia tokoh inisiator dalam menggalang petisi tujuh kepala daerah dalam upaya membangun pelayaran perintis selatan Jawa.

Dalam kesempatan tersebut, Emil berharap adanya pelabuhan pesisir selatan Jawa yang mampu menjadi awal kebangkitan sektor maritim dan perdagangan di selatan Nusantara.

Adanya tol laut ini membuat angkutan barang diyakini akan jauh lebih efisien serta efektif karena bisa mengangkut barang lebih banyak.

"Kita harus berpikir muatan baliknya juga, Cilacap secara perdagangan memang lebih maju jika menggunakan perdagangan laut," katanya.

Suami Arumi Bachsin itu juga menjelaskan potensi daerah-daerah yang melimpah untuk bisa diangkut melalui pelayaran perintis selatan Jawa ini.

Salah satunya Trenggalek yang memiliki potensi genteng dan getah pinus.

"Lalu di Pacitan memiliki potensi komoditas galian C, itu sangat melimpah," katanya.

Sementara Bupati Cilacap, Tatto Pamuji mengatakan dengan adanya pelabuhan perintis pelayaran atau tol laut ini akan memudahkan meningkatkan ekonomi, baik di Cilacap khususnya maupun di wilayah eks karisidenan Banyumas.

"Di eks karisidenan Banyumas banyak produk-produk yang tidak hanya diperuntukkan untuk lokal, tapi juga untuk ekspor. Nah untuk ekspor ini memudahkan untuk pengiriman barang melalui tol laut," ujarnya. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved