Pilkada 2018

Khofifah Sebut Salak Pronojiwo Keren, Sudah Diolah dan Dikemas Bagus

Bersama warga Pronojiwo yang lain, cagub yang juga mantan Menteri Sosial ini mencicipi langsung buah salak langsung dari kebunnya.

Khofifah Sebut Salak Pronojiwo Keren, Sudah Diolah dan Dikemas Bagus
surya/fatimatuz zahro
Calon Gubernur Jawa Timur nomor urut 1 Khofifah Indar Parawansa panen salak bersama petani salak di Pronojiwo Kabupaten Pasuruan, Rabu (25/5/2018). 

SURYA.co.id | PASURUAN - Calon Gubernur Jawa Timur nomor urut 1 Khofifah Indar Parawansa panen salak bersama petani salak dI Pronojiwo Kabupaten Pasuruan, Rabu (25/5/2018). Selain memanen, Khofifah juga berdialog dengan petani buah salak tersebut.

Bersama warga Pronojiwo yang lain, cagub yang juga mantan Menteri Sosial ini mencicipi langsung buah salak langsung dari kebunnya.

"Saya ini termasuk menterinya pak Jokowi yang paling rata sudah keliling Indonesia. Pegunungan Papua saja sudah saya sisir itu. Tapi baru kali ini panen salak dan makan salak langsung di kebunnya," ucap Khofifah disambut tepuk tangan warga Pronojiwo.

Ia mengatakan salak merupakan buah yang hanya bisa tumbuh di kawasan tropis. Makanya kalau di Eropa, buah ini disebut exotic fruit.

Karena seluruh daerah Indonesia wilayah tropis, maka hampir semua wilayah Indonesia bisa ditumbuhi buah salak.

"Salak Pronojiwo ini keren. Warga di sini nggak hanya menjual buah salak, tapi juga setelah memetik itu diolah dan dikemas baru dijual. Keren ini," ucap Khofifah.

Sebab jika hanya dijual dalam bentuk buah saja, harga sangat mudah jatuh. Nilai jual meningkat setelah ada pengolahan dan pengemasan yang cantik.

Terlebih jika musim panen ada kecenderungan harga akan turun drastis. Namun jika ada petik kemas olah jual, maka hargnya masih akan bisa terjaga.

"Oleh karena itu, pasca petik maka diolah, pasca diolah lalu di kemas, saya sering menyampaikan gerakan petik olah kemas jual. Pengolahan itu akan membuat nilai tambah yang signifikan. Packaging juga menjadi penting," ucapnya.

Saat ini trennya orang beli bukan karena isinya tapi karena kemasan bagus itu menjadi orang tertarik untuk membeli. Hilirnya adalah bagian kemasan.

Sunarno, petani salak Pronojiwo mengatakan bahwa kecenderungan harga salak turun saat panen itu benar adanya. Bahkan per 1 kg bisa turun sampai Rp 2.000.

"Untuk bisa naik lagi ke harga Rp 4.000 atau Rp 6.000 per kg itu susah sekali. Saya harap Bu Khofifah bisa ikut membantu masalah ini," kata Sunarno.

Lebih lanjut ia mengatakan kebun salak diinisiasi beberapa orang saja. Namun saat ini sudah begitu besar. Dimulai pada 2000 lalu, saat ini ada banyak olahan salak Pronojiwo. Mulai keripik salak, dodol salak, kurma salak, dan juga kopi salak.

"Kegunaannya sangat banyak, bisa menurunkan kolestrol juga. Ini akan kami kembangkan terus. Namun kalau bisa dibantu juga masalah pemasaran," tegas Sunarno.

Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved