Kamis, 16 April 2026

Pilkada 2018

Khofifah Ingin Viralkan Kampung Pia di Kejapanan, Kuatkan Branding dan Permodalan UKM

"Kalau sudah viral nanti orang akan lebih mengenal ada kampung Pia di desa ini," pungkas Khofifah.

Penulis: Fatimatuz Zahro | Editor: irwan sy
surya/fatimatuz zahro
Calon gubernur Jawa Timur nomor urut 1 Khofifah Indar Parawansa menyapa para pekerja di Kampung Pia, Kelurahan Kejapanan, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, Jumat (20/4/2018). 

SURYA.co.id | PASURUAN - Navigasi program calon gubernur Jawa Timur nomor urut 1 Khofifah Indar Parawansa berlanjut menyapa para pekerja di Kampung Pia, Kelurahan Kejapanan, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, Jumat (20/4/2018).

Khofifah mengajak diskusi dan silaturahmi pembuat pia yang hampir seluruhnya adalah wanita rumah tangga dan tulang punggung ekonomi keluarga.

Kampung Pia Kejapanan ini memiliki anggota sebanyak 90 rumah tangga yang membuat pia. Dirintis sejak 2009, usaha ini sudah menjalankan bisnis dengan kapasitas produksi di peak season mencapai 15.000 pia setiap harinya.

Meski begitu, ternyata usaha Kampung Pia ini masih memiliki sejumlah permasalahan. Sebagaimana disampaikan oleh Ketua Paguyuban Kampung Pia, Harianto, yang paling krusial adalah masalah pemasaran.

"Kami masih ada kendala, yaitu pemasaran. Kami bersaing dengan bakpia yang diproduksi pabrik," kata Hari.

Pia yang diproduksi di Kampung Pia Kejapanan ini, murni tanpa bahan pengawet, sehingga maksimal hanya bertahap sampai sepuluh hari.

Tidak hanya itu, kendala yang kedua adalah masalah akses pemasaran. Dikatakan Hari, dirinya ingin agar Kampung Pia ini bisa menjadi kampung wisata, kalau bisa seperti Yogyakarta.

"Kalau bisa ada paket paket wisata yang mengarahkan wisatawan beli oleh-oleh di kampung kami. Sejauh ini masih belum ada yang seperti itu, masih mandiri mencari pasar dan pembelinya," keluhnya.

Semua rekomendasi yang disampaikan oleh Hari sudah dicatat oleh Khofifah. Namun, yang juga menjadi tambahan adalah masalah permodalan.

"Satu hal yang menurut saya menjadi nilai kekuatan, adalah pemodalan. Karena mereka butuh menjaga standar harga, standar harga bisa terjaga jika mereka bisa sama-sama hidup dan tumbuh. Kalau ada yang banting harga satu saja, ini sudah bisa membuat jatuh yang lain," kata Khofifah.

Oleh sebab itu, ia mengatakan mereka bisa punya standar harga karena punya koperasi yang kuat. Kembali bahwa sangat banyak sentra industri koperasi menjadi payung dari seluruh perekat.

"Dan mereka perlu branding yang lebih kuat, mungkin kalau menurut saya mereka butuh gapura yang kemudian kanan kirinya ada gambar pia atau apapun itu yang bisa memberikan penanda," kata Khofifah.

Agar tamu di sini bisa selfie ria dan diposting ke media sosial. Harapan besarnya netizen bisa membantu memviralkan Kampung Pia ini.

"Kalau sudah viral nanti orang akan lebih mengenal ada kampung Pia di desa ini," pungkas Khofifah.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved