Pilkada 2018
Khofifah Sowan Ponpes Mambaul Ulum Banyuwangi, KH Yusuf Nur Iskandar: Bu Khofifah lebih Tegas
"Jaringan Situbondo utara juga sudah ke Bu Khofifah. Banyuwangi untuk suara insya Allah sudah aman," kata KH Yusuf.
Penulis: Fatimatuz Zahro | Editor: Parmin
SURYA.CO.ID| BANYUWANGI - Menyisir pesantren tertua di Banyuwangi menjadi agenda safari politik calon Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di Banyuwangi, Rabu (4/4/2018).
Ponpes Mambaul Ulum Banyuwangi pondok pesantren yang ada di Muncar ini merupakan tertua di Banyuwangi didirikan sejak tahun 1936.
Khofifah dan tim sowan untuk menyambung silaturahmi dengan kiai dan nyai yang ada di ponpes tersebut. Serta untuk menyolidkan dukungan dari kalangan kiai.
KH Yusuf Nur Iskandar, pengasuh Ponpes Mambaul Ulum mengatakan dukungan kiai dan ponpes mengakar di Banyuwangi sudah solid untuk Khofifah.
Ia menyebut, selain Mambaul Ulum memiliki jaringan di Sukorejo dan juga Berasan. Dengan santri 4.000 orang, mereka sudah menyatakan dukungan untuk Khofifah.
"Jaringan Situbondo utara juga sudah ke Bu Khofifah. Banyuwangi untuk suara insya Allah sudah aman. Ponpes dan kiai yang mengakar sudah mendukung orang yang kami rasa paling tepat," kata KH Yusuf.
Belum lagi ditambah dengan suara dari Muslimat yang sudah utuh dan bulat untuk Khofifah. Selain itu juga penerima Program Keluarga Harapan juga dikatakan KH Yusuf sudah pasti memberikan suara pada Khofifah dan Emil.
"Dulu saya pernah menjadi tim Gus Ipul. Sering diskusi juga dengan beliau. Namun dari diskusi kami, saya tahu lah mana yang lebih berkualitas dari dua kader NU ini, Bu Khofifah lebih tegas dan lebih memiliki visi," kata pria yang juga mantan Wakil Bupati Banyuwangi ini.
Tidak hanya itu, Khofifah juga dinilai sebagai pribadi yang memiliki komitmen yang lurus dan tidak mudah berkhianat. Ia merasa sudah selayaknya Khofifah memimpin Jawa Timur.
Dalam silaturahmi yang dengan Khofifah, kiai di Ponpes Mambaul Ulum ini menitipkan sejumlah hal untuk Khofifah jika kelak menjabat sebagau gubernur Jawa Timur.
"Yang pertama adalah madrasah diniyah. Kami berharap kualitas madin ditingkatkan, tidak hanya diberi uang, tapi diberdayakan," kata KH Yusuf.
Misalnya guru madin diberikan patihan untuk peningkatakan sumber daya manusia. Agar tidak hanya SMA/SMK yang diberi perhatian melainkan juga madin. Persoalan berikutnya adalah pemberdayaan pondok pesantren dan masalah infrastruktur.
"Bupati yang saat ini hanya memperhatikan perbaikan akses di kota saja. Sedangkan yang di kabupaten ini jalan rusak sering terjadi kecelakaan, kami harap Bu Khofifah nantinya bisa hadir memberikan sentuhan pembangunan infrastruktur di Banyuwangi," pungkas KH Yusuf.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/kh-yusuf-nur-iskandar_20180404_193755.jpg)