Pilkada 2018

Libur Kampanye, Khofifah Indar Parawansa Pilih Ziarah ke Makam Raja Sumenep

Khofifah mampir ke Kubah Hindira Said dan melakukan kirim doa di depan makam Raden Ayu Tirtonegoro.

Libur Kampanye, Khofifah Indar Parawansa Pilih Ziarah ke Makam Raja Sumenep
surya/fatimatuz zahroh
Cagub Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat ziarah ke Makam Asta Tinggi Sumenep, Sabtu (17/3/2018). 

SURYA.co.id | SUMENEP - Hari Raya Nyepi menjadi hari libur kampanye bagi seluruh pasangan calon gubernur dan calon wakil gubernur Jawa Timur.

Namun cagub nomor urut 1, Khofifah Indar Parawansa, memilih mengisi libur kampanye nya dengan ziarah ke komplek makam raja, Asta Tinggi, Sumenep, Sabtu (17/3/2018).

Khofifah mampir ke Kubah Hindira Said dan melakukan kirim doa di depan makam Raden Ayu Tirtonegoro.

Tidak sendiri, Khofifah juga tampak didampingi Ketua Tim Pemenangan Khofifah-Emil, M Roziqi, dan sejumlah orang dari tim partai pengusung.

Bersama juru kunci dan tokoh masyarakat di makam, Khofifah membaca bacaan tahlil untuk dikirim kepala para tokoh keluarga kerajaan Sumenep.

Meski hujan tidak menghalangi Khofifah dan rombongan untuk menelusuri situs bersejarah yang menjadi tempat peristirahatan para raja dan keluarga kerjaan Sumenep tersebut.

"Ini adalah area yang tidak hanya menjadi destinasi wisata budaya melainkan juga sekaligus destinasi wisata religius. Ini sudah jadi cagar budaya sejak 2016 kita dapat melihat warga dari berbagai daerah datang berkunjung. Mereka datang tidak sekedar ingin melihat makam raja Sumenep tapi juga wisata religius," kata Khofifah.

Namun yang dicatat Khofifah adalah tentang sertifikasi wisata religi yang saat ini kebanyakan belum memiliki sertifikat tanah yang sah.

Padahal sertifikat gedung, lahan dari wisata religi harus dipastikan aman.

Sebab ketika wilayah wisata religi semakin ramai kebanyakan ditinggali rumah-rumah yang berpotensi membuat lahan tergerus permukiman.

"Sangat mungkin semakin tumbuh rumah dan wilayah itu semakin terkurangi. Ini harus dijasikan prioritas bersama, saya sudah komunikasi dengan Menteri ATR supaya sertifikasi wisata religi ini dijadikan prioritas," kata Khofifah.

Tidak hanya itu Khofifah juga mengaku telah berkomunikasi dengan wapres sebagai ketua dewan masjid, agar masalah ini tidak disepelekan. Termasuk masjid-masjid dan rumah ibadah.

Sebab saat ini yang sudah memiliki sertifikat adalah para sunan padahal, alim ulama yang lain juga banyak sekali di Jawa Timur.

Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved