Senin, 20 April 2026

Pilkada 2018

Khofifah Ingin Jadikan Kesenian Reog Cagar Budaya

Khofifah berjanji akan mengupayakan agar reog Ponorogo menjadi warisan budaya. Begini katanya...

Penulis: Fatimatuz Zahro | Editor: Eben Haezer Panca
surabaya.tribunnews.com/fatimatuz zahroh
Cagub Jatim nomor urut 1, Khofifah Indar Parawansa saat bertemu sejumlah seniman Reog di Ponorogo. 

SURYA.co.id | PONOROGO - Kunjungan Calon Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa ke kampung reog di Desa Somoroto, Kabupaten Ponorogo, Minggu (11/3/2018), mendapatkan respon positif dari pemuda warga Karang Taruna di kawasan tersebut.

Bahkan para pemuda karang taruna di desa tersebut juga curhat tentang Monumeng Bantaranginyang saat ini kurang terawat dan menjadi korban aksi vandalisme.

"Ini adalah tempat yang bersejarah. Monumen Bantarangin ini adalah penghalang angin, namun saat ini kondisinya kurang terawat, banyak yang rusak," kata Ketua Karang Taruna Desa Somoroto Nanang.

Selama ini karang taruna secara swadaya melakukan perawatan pada monumen tersebut. Namun jika terus seperti ini, ia mengaku kewalahan. Sehingga ia berharap nantinya ada bantuan dari pemerintah untuk perawatan.

"Kepada Ibu Khofifah, kami titip Bantarangin. Selama ini kami swadaya mengelola Bantarangin. Kami minta agar ke depan Ibu Khofifah peduli pada Bantarangin, kami titip Bantarangin dan titip Ponorogo," kata Nanang.

Saat Khofifah datang ke tempat tersebut sambutan meriah ditunjukkan oleh kelompok seniman reog. Mereka mengarak Khofifah dan menunjukkan ke tempat pengrajin perlengkapan kesenian reog.

Mendapatkan suara keluhan dari para pemuda karang taruna, Khofifah mengatakan reog ini harus dijadikan cagar budaya.

"Menurut saya sudah harus jadi cagar budaya. Sebab reog sudah menjadi budaya yang mendunia," ucap Khofifah.

Baca: Bertemu Mbah Tobron Seniman Reog Ponorogo, ini Pesan yang Diperoleh Khofifah

Dikatakan Khofifah, reog memang sempat diklaim sebagai produk budaya wilayah lain. Namun untungnya hal tersebut tidak berkepanjangan dan reog segera diurus hak atas kekayaan intellektual nya.

"Tapi yang diregistrasikan seharusnya bukan hanya reognya, tapi juga gerakan tariannya, tooengnya, harusnya satu paket. Sebab bukan reog kalau tidak ada kelengkapannya," ucap Khofifah.

Lebih lanjut, dikatakan Khofifah jika sudah menjadi cagar hudaya, maka pemerintah memiliki kewajiban menjaga dan merawat.

"Saya tadi langsung melihat proses membuat ganongan, barongan, mereka membuat itu bukan karena bisnis tapi karena rasa hobi dan cinta pada kebudayaan dan kesenian reog," kata Khofifah.

Menurutnya kekayaaan reog ini membuat Indonesia dan Jawa Timur kuat. Reog bukan hanya produk olah pikir, tapi juga olah rasa, sehingga menumbulkan rasa asih.

"Itulah kenaoa kita punya kewajiban melindungi dan memberikan penguatan untuk reog. Reog ini mendunia, kita harus bangga punya aset skala internasional," pungkasnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved