Pilgub Jatim 2018

Kala Puti Jadi "Barista Dadakan", begini Respons Anak Muda Tulungagung

Calon Wakil Gubernur Jatim, Puti Guntur Soekarno nongkrong bareng bersama anak muda dan pegiat media sosial di Tulungagung.

Kala Puti Jadi
surya/bobby constantine koloway
Calon Wakil Gubernur Jatim, Puti Guntur Soekarno nongkrong bareng anak muda dan pegiat media sosial di Tulungagung, Senin (26/2/2018). 

SURYA.co.id | TULUNGAGUNG - Calon Wakil Gubernur Jatim, Puti Guntur Soekarno nongkrong bareng bersama anak muda dan pegiat media sosial di Tulungagung, Senin (26/2/2018).

Berlangsung di salah satu kafe di Tulungagung, acara ini bertujuan untuk menyerap aspirasi dari untuk anak muda demi mengembangkan ekonomi kreatif di Jawa Timur.

Tak hanya mendengarkan aspirasi anak muda, kandidat nomor urut dua ini sempat menjadi peracik kopi (barista) dadakan di acara tersebut. Ia berkesempatan membuat kopi dengan cita rasa kopi latte.

Dengan dipandu salah satu barista di kafe tersebut, Puti terlihat piawai menuang susu untuk membuat gambar 'hati' (latte art) di atas permukaan kopi miliknya. Tak lama, secangkir kopi latte ala Puti Soekarno lengkap dengan gambar hati pun dihidangkan.

Menurut penjelasannya, pengalaman meracik kopi di cafe baru kali pertama ia lakukan. "Saya belajar saja. Tapi ternyata susah. Tadi bikin latte. Susahnya, membuat model hati itu," ujar Puti seusai menjajal membuat kopi, Senin (26/2/2018).

Sebagai pecinta kopi, cucu Presiden pertana RI, Ir Soekarno ini mendukung dengan adanya keberadaan cafe di Jawa Timur. Menurutnya, banyaknya cafe akan berdampak positiif di sektor lain.

"Tadi saya bilang, di sini (Tulungagung) telah muncul istilah "seribu kafe". Berarti kan memang banyak kafe di Tulungagung. Kalau kopinya diambil dari petani-petani kopi di Tulungagung, ini bagus," kata pasangan cagub, Saifullah Yusuf (Gus Ipul) ini.

"Sehingga, dengan tumbuhnya kafe, akan sekaligus berdampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi para petani di Tulungagung ini," jelasnya.

Sementara itu, dari acara tersebut, sejumlah aspirasi program dikemukakan oleh para peserta. Misalnya, para peserta ingin pemerintah memfasilitasi komunitas untuk membuat festival Usaha Kecil Mikro dan Menengah (UMKM) di Jatim.

"Mereka ingin produk-produk yang selama ini dijual online untuk dijual secara offline melalui pameran. Produknya keren-keren banget sehingga laik untuk dijual melalui sebuah festival," cerita Puti.

Kemudian, ada yang mengusulkan peningkatan pariwisata dan ekonomi kreatif melalui pariwisata berbasis masyarakat. "Nah, untuk ini kami menyiapkan program 'Seribu Dewi' atau Seribu Desa Wisata," ulasnya.

"Nantinya akan diberikan pelatihan-pelatihan kepada Pokdarwis (Kelompok Sadar Wisata) di sekitar tempat pariwisata. Sehingga, pemberdayaan berbasis masyarakat itu memang selaras dengan program yan telah kami siapkan," pungkasnya.

Penulis: Bobby Constantine Koloway
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved