Minggu, 3 Mei 2026

Kuliner

Ceker Sambel Yuk Rah, Rasa Pedas dan Bumbunya 'Endes' Bikin Lidah 'Meleleh'

Ada tampilan berbeda pada cekernya. Bentuk ceker pedas ini tetap utuh kulitnya meski keriput.

Tayang:
Penulis: Sudharma Adi | Editor: Titis Jati Permata
surya/sudharma adi
Ceker Sambel Yuk Rah 

SURYA.co.id | SURABAYA - Ceker ayam saat ini menjadi kudapan ringan yang disukai masyarakat.

Selain untuk camilan, ceker ayam juga cocok dijadikan lauk lezat bersama nasi.

Masalah kelezatan ini, Ceker Sambel Yuk Rah menyajikan menu berbeda, yakni ceker ayam keriput presto sambal bawang yang dipadukan menu telur hitam.

Pemilik Ceker Sambel Yuk Rah, Sarra Zulaika menuturkan, dia membuat menu ceker tak lepas dari kesukaannya makan kaki ayam ini.

Apalagi, menu ini makin nikmat ketika disantap bersama sambel.

“Sensasi yang paling nikmat adalah dengan ngrokoti ceker sampai tinggal tulangnya,” ujarnya.

Dari kesukaannya ini, dia kemudian mencoba membuat menu ceker ayam pedas yang pastinya menggoyang lidah.

Namun karena menu serupa sudah bertebaran, maka dia membuat tampilan berbeda pada cekernya.

Tampilan berbeda ada pada bentuk ceker yang utuh kulitnya meski keriput.

Sensasi bentuk ceker lainnya adalah seluruh tulangnya empuk karena dipresto, sehingga penikmat kuliner tak perlu ngrokoti.

Tinggal digigit, dikunyah tulang-tulangnya dan ditelan.

Lalu yang ketiga adalah campuran sambel bawang yang jadi kegemaran warga di Surabaya dan sekitarnya.

“Menu ceker ini sangat cocok dipadukan dengan menu telur hitam yang bercitarasa manis,” paparnya.

Untuk membuat ceker keriput presto seharga Rp 15 ribu ini, lebih dulu ceker ayam ini digoreng.

Setelah matang, ceker kemudian dimasukkan ke air dingin, agar mengembang dan jadi keriput.

Barulah setelah itu ceker ayam dipresto sekitar 15 menit.

Ceker Sambel Yuk Rah
Ceker Sambel Yuk Rah (surya/sudharma adi)

Saat tulang ceker sudah lunak, maka itu dicampur dengan lima bumbu rahasia dan proses itu dilakukan di atas api kecil.

“Ketika sudah tercampur, maka baru dicampur lagi dengan sambel bawang. Ceker ini terlihat utuh kulitnya karena pakai air dingin,” ujarnya.

Sedangkan untuk menu telur hitam ala Banyuwangi, bahan yang digunakan adalah telur ayam matang.

Menggunakan bumbu seperti jahe, bawang merah, bawang putih, kecap manis, laos dan salam, itu semuanya dicampur dengan telur.

Setelah tercampur, itu diendapkan selama 1-2 hari, baru kemudian disajikan.

“Saat diendapkan, bumbu lebih meresap dan telur jadi masir,” urainya.

Seorang konsumen, Sukma Perdani (39), warga Rungkut Permai menilai, ceker ayam keriput ini punya tekstur berbeda dibandingkan ceker ayam lainnya.

Ini membuat sensasi gigitan ceker jadi lebih terasa dan utuh.

“Campuran bumbunya memang tak halus, namun ini membuat citarasa bumbunya terasa,” jelasnya.

Sedangkan menu telur hitam, dia menilai citarasa telurnya menyatu dengan bumbu, yakni ada rasa legit, manis dan gurih.

“Telur jadi masir karena diendapkan,” ujarnya.

Siapkan 8 kg Ceker Tiap Hari

Menu ceker ayam yang jadi menu utama, membuat Ceker Sambel Yuk Rah harus menyiapkan ceker dalam jumlah besar.

Setiap hari, ada 8 kg ceker ayam yang dijadikan bahan membuat ceker sambel.

Pemilik Ceker Sambel Yuk Rah, Sarra Zulaika menuturkan, setiap hari dia harus ke pasar tradisional untuk mencari ceker ayam sesuai pilihannya.
Ceker ayam yang akan dibuat menu harus berukuran sedang dan utuh.

“Kalau terlalu besar cekernya, malah sulit didapatkan ceker dengan citarasa pas,” katanya.

Setelah diolah, maka ceker-ceker ini lalu dijual secara online dan offline.

Dari penjualan per hari, ceker sebanyak 8 kg itu selalu habis terjual.
Stok ceker selalu habis, baik ketika hari biasa maupun weekend.

“Selalu habis meski sudah disiapkan 8 kg ceker,” pungkasnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved