Rabu, 8 April 2026

Pilgub Jatim

Ini Alasan PKPI All-Out di Pilgub Jatim Mendatang

Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia telah menjatuhkan dukungan mereka ke Khofifah-Emil di Pilgub Jatim. Mereka janji bakal all-out.

surabaya.tribunnews.com/bobby constantine koloway
Ketua Dewan Pimpinan Provinsi (DPP) PKPI Jatim, Irjen Pol (Purn) Hadiatmoko (jas merah) saat bertemu dengan Khofifah Indar Parawansa dan Emil Dardak. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) mengungkapkan komitmennya untuk memenangkan pasangan yang mereka usung dalam Pilgub Jatim, Khofifah Indar Parawansa - Emil Elistianto Dardak. 

Berdasarkan penjelasan Ketua Dewan Pimpinan Provinsi (DPP) PKPI Jatim, Irjen Pol (Purn) Hadiatmoko, pihaknya menjadikan ajang pilkada mendatang sebagai pemanasan jelang pemilu legislatif (pileg) tahun depan.

Oleh karenanya, PKPI menurut Hadiatmoko, siap untuk menjalankan berbagai strategi partai dalam menentukan pilihan.

"Kami ini seirama dengan tim pemenangan pada umumnya. Kalau tim iramanya mau 'dangdut', kami siapkan 'dangdut'. Begitu pun dengan lainnya," ujar Hadiatmoko di acara Syukuran HUT ke XIX Partai PKP Indonesia, di Surabaya, Senin (15/1/2018).

Ia menambahkan, bahwa saat ini pihaknya tengah melakukan konsolidasi dalam rangka memanaskan mesin partai.

Yang mana proses tersebut bersamaan dengan pembahasan pemenangan.

Tak hanya untuk pilkada tingkat provinsi saja, namun juga untuk 18 pilkada tingkat kabupaten dan kota.

"Kami berusaha seperti partai-partai lainnya. Yang mana, memiliki perwakilan bukan hanya di tingkat legislatif, namun juga eksekutif," ujar Hadiatmoko yang juga mantan Kapolda Jatim ini.

"Sehingga, untuk mewujudkan hal tersebut, kami harus melakukan konsolidasi. Kami memiliki banyak kader potensial yang bisa mewujudkan semboyan kami: Bergerak, Mau, dan Menang," tegasnya.

Khusus untul Pilgub Jatim, Hadiatmoko menyebut siap andai ditunjuk menjadi juru kampanye. "Namun, untuk saat ini kan belum ada pembicaraan ke arah sana. Partai masih fokus untuk melengkapi syarat calon di KPU," ujar Hadiatmoko.

Di dalam menentukan arah dukungan, pihaknya mementingkan kualitas figur dari moral dan ketakwaan kepada Allah. "Tujuannya sama, yang penting amanah," tegasnya.

"Calon yang kami usung harus tidak membohongi rakyat. Saat sebelum terpilih, beliau mendatangi rakyat. Tapi, waktu sudah terpilih, tak mau datang. Saya tak mau yang seperti itu," ujarnya.

"Kami inginnya calon yang benar-benar amanah. Mau turun ke rakyat. Dan memberikan solusi dari masalah rakyat. Hal itu juga sesuai dengan cita-cita partai kami," pungkasnya. 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved