Rabu, 22 April 2026

Berita Tulungagung

Duh, Pilkada Tulungagung Mulai Diwarnai Ujaran Bernuansa SARA di Media Sosial

Menjelang Pilkada Tulungagung, sudah mulai muncul postingan-postingan bernuansa politis di medsos yang mengandung SARA

Penulis: David Yohanes | Editor: Eben Haezer Panca
ist
Sejumlah postingan bernuansa SARA yang mulai muncul menjelang Pilkada Kabupaten Tulungagung. 

SURYA.co.id | TULUNGAGUNG - Unggahan-unggahan di media sosial yang bernuansa Suku, Agama, Ras dan Antar Golongan (SARA) sudah mulai ditemukan menjelang Pilkada Kabupaten Tulungagung.

Mulai muncul postingan-postingan di medsos yang menyudutkan salah satu bakal calon yang sudah mendaftar.

Postingan itu antara lain menyatakan, calon tertentu tidak pernah menunaikan ibadah salat Jumat. Sementara calon lainnya salat Jumat, bahkan menjadi penceramah. Postingan itu pada ujungnya mengarahkan, agar umat Islam memilih calon yang melaksanakan salat Jumat.

Ada pula unggahan yang menyatakan, Pilkada hanyalah ajang bagi-bagi uang. Bahkan si pengunggah menyatakan, jika saja nabi maju dalam ajang pemilihan kepala desa, pasti tidak terpilih jika hanya mengandalkan sidiq, tabliq, amanah dan fatonah.

Kasat Reskrim Polres Tulungagung, AKP Mustijat mengingatkan, postingan bernunsa SARA menjadi perhatian penegak hukum. Karena itu pihaknya berharap masyarakat bijak dalam mengunggah komentar di media sosial.

“Ada konsekuensi hukum jika menyebar isu bernuansa SARA, atau menyerang pribadi tertentu. Makanya harus bijak di media sosial,” ucap Mustijat.

Lanjutnya, saat ini tim siber dari Polda Jawa Timur terus melakukan patroli di dunia maya. Sasaran utamanya adalah segala unggahan yang menebar kebencian dan bernuansa SARA. Sementara di Polres Tulungagung menyelaraskan dengan langkah di Polda.

“Kalau kami di tingkat Polres, kami akan merespon jika sudah ada laporan. Kami masih menunggu peran aktif masyarakat,” tambah Mustijat.

Karena itu, jika ada masyarakat yang merasa dirugikan dengan postingan bernuansa SARA atau ujaran kebencian, diharapkan melapor ke polisi. Jika yang dirugikan adalah bakal calon yang akan maju dalam Pilkada, diharapkan tim sukses yang melapor. Nantinya polisi akan merespon sesuai dengan ketentuan Undang-undang Infomasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

“Sejauh ini memang belum ada laporan. Harapannya semua warga Tulungagung sudah bijak, sehingga tidak ada yang harus menjalani proses hukum karena uanggahan di media sosial,” tegasnya.

Bakal calon yang mulai diserang dengan nuansa SARA adalah Syahri Mulyo. Calon petahana ini belum memberikan reaksi terkait unggahan yang mengerang pribadinya. Namun wakilnya, Maryoto Birowo mengatakan, belum berniat membawa ke ranah hukum.

“Semua masih warga Tulungagung, kasihan kalau sampai masuk ke ranah hukum. Kami anggap semua masih bersaudara,” ujar Maryoto.

Namun Maryoto berharap, semua pihak bersikap bijaksana menghadapi Pilkada. Jangan sampai ada nuansa saling menjatuhkan dengan menyerang pribadi seseorang. Sebab tidak menutup kemungkinan ke depan pihaknya akan mengambil langkah hukum.

“Kalau saat ini belum ada tim sukses yang terbentuk secara resmi. Ke depan bisa saja tim sukses yang akan bereaksi jika ada postingan yang bernuansa SARA atau ujaran kebencian,” pungkasnya. 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved