Minggu, 26 April 2026

Pilgub Jatim 2018

Begini Reaksi Gus Ipul terkait Namanya Dicatut dalam Relawan Abal-Abal di Wilayah Rungkut

Bakal calon Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf, angkat bicara terkait pencatutan namanya dalam aksi penipuan berkedok relawan pilkada.

Penulis: Bobby Constantine Koloway | Editor: Parmin
ist
Gus Ipul saat wefie dengan para bu Nyai di Pesantren Al Amin, Ngasinan, Kediri, Senin (30/10/2017) 

SURYA.co.id | SURABAYA - Bakal calon Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf, angkat bicara terkait pencatutan namanya dalam aksi penipuan berkedok relawan pilkada.

Pria yang akrab disapa Gus Ipul ini mengaku terkejut. Ia menyebut kali pertama mendapat informasi tersebut dari media.

“Saya kaget mendengar informasi tersebut dari media bahwa nama saya digunakan pihak tak bertanggung jawab,” ujarnya di Surabaya, Jumat (29/12/2017).

Ia menyesalkan adanya pemanfaatan namanya untuk aksi penipuan tersebut. Ia menegaskan bahwa tim relawan yang dibentuknya tak akan meminta uang sepeser pun kepada masyarakat.

Sehingga, apabila ada oknum yang meminta biaya mengatasnamakan dirinya, maka dipastikan bahwa oknum tersbeut bukan tim relawannya.

“Ke depan, masyarakat harus lebih waspada karena banyak sekali modus yang dilakukan pihak tak bertanggung jawab untuk mengeruk kepentingan pribadi,” ucap pasangan Abdullah Azwar Anas di Pilkada serentak 27 Juni 2018 tersebut.

Selain itu, mantan Menteri Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal tersebut mengapresiasi aparat kepolisian karena langsung mengusut kasusnya.

“Terima kasih kepada kepolisian yang langsung bertindak dan kami harap kasus ini diusut sampai tuntas. Kasihan masyarakat yang menjadi korban,” kata Ketua PBNU ini.

Dikonfirmasi terpisah, Tim Pemenangan Saifullah Yusuf (Gus Ipul)-Abdullah Azwar Anas, Hikmah Bafaqih, minta aparat penegak hukum segera menindak dan menyelesaikan kasus tersebut sesuai mekanisme hukum.

"Gus Ipul-Mas Anas tidak pernah mengadakan program hibah ataupun bentuk lainnya untuk meminta atau menghimpun dana dari masyarakat. Apalagi yang disertai janji-janji yang tak masuk akal," ujar Hikmah Bafaqih.

Ia pun mendorong kasus ini segera diselesaikan. "Kami turut prihatin dengan kejadian yang menimpa warga Surabaya ini dan berharap agar mekanisme hukum untuk menyelesaikan persoalan ini ditegakkan," ujarnya.

Hikmah juga meminta para relawan lainnya agar lebih meningkatkan kewaspadaan dan komunikasi agar kejadian-kejadian semacam ini dapat dideteksi lebih dini dan bisa dilakukan pencegahan.

Sebelumnya, Kapolsek Rungkut, Komisaris Polisi Esti Setija Oetami mengaku mendapat laporan tentang ratusan warga di kawasan Rungkut Kidul Gang Kauman Surabaya tertipu oleh seseorang mengatasnamakan sebagai tim sukses Gus Ipul.

Polisi mendata jumlah korban 147 orang. Diperoleh keterangan, pelaku penipuan diduga berinisial ES, yang tercatat sebagai residivis dan telah berkali-kali keluar masuk penjara atas kasus serupa.

Terhadap ratusan warga Rungkut Kidul Gang Kauman Surabaya, ES menjanjikan akan memberi bantuan uang senilai masing-masing Rp15 juta ke setiap orang dengan syarat tertentu.

"Para warga yang tertipu ini adalah pelaku usaha kecil menengah. Mereka dijanjikan mendapat bantuan uang usaha masing-masing Rp15 juta. Tapi syaratnya harus membuka rekening di Bank Mandiri senilai Rp 500 ribu. Selain itu, para warga nantinya diwajibkan memilih calon gubernur yang telah memberi bantuan uang tersebut," katanya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved