Reportase dari Amerika

Serunya Menjelajah Warung di Seattle, Amerika Serikat

kenali daerah baru dari kulinernya .. nah, inilah keseruan Cipoer Choirun Nisa Ristanty saat menjelajah sejumlah warung di Seattle, Amerika ..

choirun nisa ristanty/citizen reporter
Ivar's Restaurant Seattle, Amerika 

Saya benar-benar terperangah melihat kemegahan dan elegannya Starbuck Roastery ini. Menu yang ditawarkan di sini juga berbeda dari menu Starbucks di seluruh dunia. Menu unggulannya adalah Origin Flight yang menyediakan tiga jenis kopi dalam tiga sloki kecil yang berbeda dan bisa dinikmati dengan cokelat truffles sehingga akan menciptakan sensasi tersendiri jika dicelupkan di tiga kopi tersebut. Wow!

Karena saya kurang suka kopi yang sangat kuat, jadi saya tidak memesan menu tersebut. Keseluruhan harga kopi di sini masih ramah di kantong pelajar yakni 10 dolar sampai 20 dolar AS.

Keunikan lainnya adalah kita bisa melihat langsung proses penyangraian kopi hingga pengemasan kopi Starbucks secara modern dan higienis yang nantinya produk tersebut akan didistribusikan ke kedai Starbucks dari Seattle hingga ke seluruh dunia.

Kedai kopi ini juga bekerjasama dengan Princi, toko kue yang terkenal dari Itali. Pastry dan cake dari Princi benar-benar fresh from the oven! Fakta yang lebih mencengangkan lagi adalah kue-kue Princi hanya satu-satunya dibuat dan dijual di Starbucks Reserve ini. Jadi jika mau kue khas Itali, Anda harus pergi ke Starbucks Reserve ini.

Dengan adanya Princi di Seattle, ini jadi ehormatan untuk Seattle karena menjadi salah satu dari dua kota di dunia selain London yang menjual Princi di luar kota Itali.Semua kue sangat menggiurkan untuk dicoba, tetapi yang paling menarik di mata saya adalah Crostata Fragole yang ada irisan buah stroberi segar seharga 10 dolar AS.

Satu hal lagi! Anda wajib membeli pernak-pernik dari Starbucks ini karena Anda tidak akan menemukan pernak-pernik ini di luar Starbucks Reserve di manapun di seluruh dunia!

Dick’s Burger khas Seattle

Pasti banyak yang meragukan dengan pilihan saya ini dengan berbicara “ah, apa sih uniknya burger? Pasti sama saja!”

Memang benar nyatanya, tetapi Dick’s Burger tidak bisa dipisahkan dari hati orang Seattle. Analoginya seperti ini: jika di Indonesia punya soto khas dari masing-masing kota seperti soto Lamongan, soto Madura, soto Betawi, maka mengapa tidak dengan burger?

Selain hanya bisa ditemukan di Seattle, Dick’s burger ini sudah lama menjadi pilihan penduduk Seattle karena didirikan pertama kali oleh Dick Spady tahun 1954.

Halaman
1234
Editor: Tri Hatma Ningsih
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved