Berita Sidoarjo
Tower Crane Luminor Hotel Sidoarjo Dikeluhkan Warga, Dinas PUPR Lakukan Sidak
Sidak ini dilakukan untuk menindaklanjuti laporan masyarakat serta menyesuaikan program kerja Dinas PUPR.
Penulis: Irwan Syairwan | Editor: Titis Jati Permata
"Ini kaitannya dengan sistem drainase dari pelebaran jalan tersebut. Agar tidak banjir," ujarnya.
Disidak oleh PUPR, pihak LHS menjamin semua perizinan pembangunan hotel sudah lengkap bahkan hingga tingkat provinsi.
Untuk tower crane, Hendra menyatakan telah memenuhi semua prosedur, baik perizinan, jam kerja, hingga keamanan para pekerja.
Dijelaskan, karena dekat dengan area padat, tower crane tersebut telah diatur sedemikian rupa untuk tidak membawa beban lebih dari 2,5 ton.
Jika beban yang akan diangkut lebih dari 2,5 ton, mesin tower crane tersebut akan otomatis berhenti.
"Jam operasional hingga pukul 17.00 WIB. Kalau pun lembur, paling lama hingga pukul 20.00 WIB. Jika tak beroperasi, posisi beban crane kami atur ada di areal hotel, sementara pengaitnya tidak melintang ke Jalan Pahlawan," jelas Hendra.
Rencananya, hotel ini akan memiliki tujuh lantai dengan 120 jumlah kamar.
"Kami mengembangkan bisnis ke Sidoarjo karena Kota Delta merupakan salah satu kawasan industri terbesar di Jatim. Pastinya perlu memiliki barbagai fasilitas pendukung, seperti hotel yang representatif," paparnya.
Sementara itu, Project Manager CIP PT MPS, Tandi Iswandi, menyampaikan akan menyesuaikan ketinggian jalan seperti yang diinginkan PUPR.
Pihaknya bahkan akan turut membantu membangun gorong-gorong drainase di sepanjang akses masuk proyeknya. "Pasti kami patuhi," tandas Tandi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/luminor-hotel_20170914_162554.jpg)