Kamis, 9 April 2026

Berita Sidoarjo

Tower Crane Luminor Hotel Sidoarjo Dikeluhkan Warga, Dinas PUPR Lakukan Sidak

Sidak ini dilakukan untuk menindaklanjuti laporan masyarakat serta menyesuaikan program kerja Dinas PUPR.

Penulis: Irwan Syairwan | Editor: Titis Jati Permata
surya/irwan syairwan
Suasana sidak di Luminor Hotel yang sedang dibangun di Sidoarjo, Kamis (14/9/2017). 

SURYA.co.id | SIDOARJO - Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Sidoarjo melakukan sidak di dua kawasan proyek, yaitu pembangunan hotel dan pergudangan.

Sidak ini dilakukan untuk menindaklanjuti laporan masyarakat serta menyesuaikan program kerja Dinas PUPR.

Kawasan proyek yang disidak adalah pembangunan Luminor Hotel Sidoarjo (LHS) di Jalan Pahlawan dan Central Industrial Park (CIP) di Jalan Lingkar Timur (JLT).

Kepala Dinas PUPR, Sigit Setyawan, mengatakan untuk pembangunan LHS pihaknya mendapat laporan masyarakat yang khawatir dengan adanya tower crane yang melintang di dua jalur Jalan Pahlawan.

Putaran lintasannya bahkan menjangkau akses masuk Taman Pinang Indah, Perumahan Pondok Mutiara, hingga Jalan Jati Raya.

"Sidak ini untuk memeriksa lokasi serta perizinan pembangunan hotel tersebut," kata Sigit, Kamis (14/9/2017).

Sigit menuturkan sidak ini untuk menjamin keamanan proyek karena pembangunannya berada di kawasan yang ramai penduduk dan pengendara.

Laporan warga menyatakan jika terjadi sesuatu, tower crane setinggi kurang lebih 30 meter itu bisa membahayakan tak hanya warga, tapi juga pengendara umum yang melewati Jalan Pahlawan.

Di lokasi pembangunan, Sigit ditemui General Affair Proyek Pembangunan LHS, Hendra Priadi Mulyawan, yang langsung mengeluarkan semua dokumen perizinan hotel yang rencananya berbintang tiga tersebut.

"Kami bukannya menghalangi pembangunan, hanya ingin memastikan semuanya aman dan sesuai izin. Sebab adanya hotel itu salah satu indikator peningkatan perekonomian," sambungnya.

Selain ke LHS, Sigit juga menyidak kawasan CIP di Lingkar Timur. Sidak ini terkait rencana pelebaran jalan JLT PUPR yang tengah dilakukan.

Sigit menerangkan pihak CIP, yaitu PT Mulya Persada Sejahtera (MPS), telah membantu membuat jalan 10 meter ke timur dari jalan utama JLT sepanjang sekitar 50 meter.

Namun, lanjut Sigit, jalan yang dibuat memakai beton itu lebih tinggi dari jalan utama JLT.

"Sementara rencana pelebaran JLT itu baik ke sisi timur maupun barat harusnya lebih rendah," paparnya.

Sigit meminta pihak PT MPS untuk menyesuaikan ketinggian jalan yang telah dibuat tersebut.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved