Berita Sidoarjo
Tower Crane Luminor Hotel Sidoarjo Dikeluhkan Warga, Dinas PUPR Lakukan Sidak
Sidak ini dilakukan untuk menindaklanjuti laporan masyarakat serta menyesuaikan program kerja Dinas PUPR.
Penulis: Irwan Syairwan | Editor: Titis Jati Permata
SURYA.co.id | SIDOARJO - Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Sidoarjo melakukan sidak di dua kawasan proyek, yaitu pembangunan hotel dan pergudangan.
Sidak ini dilakukan untuk menindaklanjuti laporan masyarakat serta menyesuaikan program kerja Dinas PUPR.
Kawasan proyek yang disidak adalah pembangunan Luminor Hotel Sidoarjo (LHS) di Jalan Pahlawan dan Central Industrial Park (CIP) di Jalan Lingkar Timur (JLT).
Kepala Dinas PUPR, Sigit Setyawan, mengatakan untuk pembangunan LHS pihaknya mendapat laporan masyarakat yang khawatir dengan adanya tower crane yang melintang di dua jalur Jalan Pahlawan.
Putaran lintasannya bahkan menjangkau akses masuk Taman Pinang Indah, Perumahan Pondok Mutiara, hingga Jalan Jati Raya.
"Sidak ini untuk memeriksa lokasi serta perizinan pembangunan hotel tersebut," kata Sigit, Kamis (14/9/2017).
Sigit menuturkan sidak ini untuk menjamin keamanan proyek karena pembangunannya berada di kawasan yang ramai penduduk dan pengendara.
Laporan warga menyatakan jika terjadi sesuatu, tower crane setinggi kurang lebih 30 meter itu bisa membahayakan tak hanya warga, tapi juga pengendara umum yang melewati Jalan Pahlawan.
Di lokasi pembangunan, Sigit ditemui General Affair Proyek Pembangunan LHS, Hendra Priadi Mulyawan, yang langsung mengeluarkan semua dokumen perizinan hotel yang rencananya berbintang tiga tersebut.
"Kami bukannya menghalangi pembangunan, hanya ingin memastikan semuanya aman dan sesuai izin. Sebab adanya hotel itu salah satu indikator peningkatan perekonomian," sambungnya.
Selain ke LHS, Sigit juga menyidak kawasan CIP di Lingkar Timur. Sidak ini terkait rencana pelebaran jalan JLT PUPR yang tengah dilakukan.
Sigit menerangkan pihak CIP, yaitu PT Mulya Persada Sejahtera (MPS), telah membantu membuat jalan 10 meter ke timur dari jalan utama JLT sepanjang sekitar 50 meter.
Namun, lanjut Sigit, jalan yang dibuat memakai beton itu lebih tinggi dari jalan utama JLT.
"Sementara rencana pelebaran JLT itu baik ke sisi timur maupun barat harusnya lebih rendah," paparnya.
Sigit meminta pihak PT MPS untuk menyesuaikan ketinggian jalan yang telah dibuat tersebut.
"Ini kaitannya dengan sistem drainase dari pelebaran jalan tersebut. Agar tidak banjir," ujarnya.
Disidak oleh PUPR, pihak LHS menjamin semua perizinan pembangunan hotel sudah lengkap bahkan hingga tingkat provinsi.
Untuk tower crane, Hendra menyatakan telah memenuhi semua prosedur, baik perizinan, jam kerja, hingga keamanan para pekerja.
Dijelaskan, karena dekat dengan area padat, tower crane tersebut telah diatur sedemikian rupa untuk tidak membawa beban lebih dari 2,5 ton.
Jika beban yang akan diangkut lebih dari 2,5 ton, mesin tower crane tersebut akan otomatis berhenti.
"Jam operasional hingga pukul 17.00 WIB. Kalau pun lembur, paling lama hingga pukul 20.00 WIB. Jika tak beroperasi, posisi beban crane kami atur ada di areal hotel, sementara pengaitnya tidak melintang ke Jalan Pahlawan," jelas Hendra.
Rencananya, hotel ini akan memiliki tujuh lantai dengan 120 jumlah kamar.
"Kami mengembangkan bisnis ke Sidoarjo karena Kota Delta merupakan salah satu kawasan industri terbesar di Jatim. Pastinya perlu memiliki barbagai fasilitas pendukung, seperti hotel yang representatif," paparnya.
Sementara itu, Project Manager CIP PT MPS, Tandi Iswandi, menyampaikan akan menyesuaikan ketinggian jalan seperti yang diinginkan PUPR.
Pihaknya bahkan akan turut membantu membangun gorong-gorong drainase di sepanjang akses masuk proyeknya. "Pasti kami patuhi," tandas Tandi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/luminor-hotel_20170914_162554.jpg)