Rabu, 22 April 2026

Pilgub Jatim 2018

Meski Tak Ambil Formulir, ternyata Khofifah Aktif Komunikasi dengan Golkar lewat Cara seperti ini

"Setahu kami di Tim Pilkada DPD Golkar Jatim, Ibu Khofifah memang tak mengirimkan utusan untuk mengambil formulir di DPD secara resmi."

Penulis: Bobby Constantine Koloway | Editor: Parmin
surya/bobby constantine koloway (Bobby)
Menteri Sosial RI, Khofifah Indar Parawansa memberikan orasi di acara HUT ormas Projo, Minggu (20/8/2017). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa, ternyata tak mendaftarkan diri sebagai bakal calon gubernur (Bacagub) Jatim di Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Golkar Jatim.

Dari lima nama yang mendaftar sebagai bacagub, Ketua Muslimat NU ini tak kunjung menampakkan diri sebagai DPD Golkar Jatim hingga hari terakhir, Sabtu (19/8/2017) lalu.

Meskipun demikian, menurut Wakil Ketua Bidang Pemenangan Pemilu Wilayah VI DPD Golkar Jatim, Harun Al Rasyid, Khofifah telah melakukan komunikasi dengan pihaknya melalui Ketua DPD Golkar Jatim, Nyono Suharli.

"Setahu kami di Tim Pilkada DPD Golkar Jatim, Ibu Khofifah memang tak mengirimkan utusan untuk mengambil formulir di DPD secara resmi. Namun, beliau telah bertemu dengan Pak Nyono di Jombang," ujar Harun kepada Surya.co.id, Senin (21/8/2017).

Harun enggan menyebut secara detail isi pertemuan yang berlangsung pekan lalu tersebut.

"Setahu saya, pertemuan itu menyangkut kapasitas mereka, sebagai Menteri dan Bupati. Bukan antara cagub dan ketua partai," jelas Harun diplomatis.

Saat ini, Nyono memang menjabat sebagai Bupati Jombang.

Pada Minggu (13/8/2017) silam, Nyono bersama Khofifah memang bertemu pada agenda jalan sehat yang digagas dalam rangka perayaan HUT Kemerdekaan RI ini.

Tak hanya dengan Nyono, Khofifah juga bertemu beberapa figur lain di Jombang pada hari yang sama.

Mulai dari Guruh Sukarno Putra, Meutia Hatta, Siti Resti Handini, hingga Salahuddin Wahid atau Gus Shollah.

Lebih lanjut, meskipun nama Khofifah tak terdaftar di DPD Golkar Jatim, Khofifah masih dapat mengikuti proses penjaringan partai berlambang pohon beringin ini.

Yakni, dengan mendaftar di Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Golkar.

"Sebab, berdasarkan Juklak (Petunjuk Pelaksanaan) No 06 tahun 2016, DPP memiliki kewenangan untuk menentukan figur. Kami rasa, Khofifah bisa memanfaatkan celah tersebut. Meskipun dalam penentuan tersebut, tetap harus melibatkan pihak pengurus provinsi," jelasnya.

Golkar selama ini memang digadang menjadi salah satu partai yang akan mengusung Khofifah.

Persamaan kedekatan Golkar dan Khofifah dengan Presiden RI, Joko Widodo, dianggap akan semakin mempermudah terjalinnya kesepakatan pengusungan tersebut.

Terlebih, Golkar saat ini memiliki 11 kursi di DPRD Jatim dan menjadi salah satu basis dalam menggalang koalisi.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved