Road to Election
Pengamat: Partai Pendukung Pemerintah Berpotensi Melakukan Koalisi di Jatim
Pengamat politik Universitas Airlangga (Unair), Airlangga Pribadi, menyebut adanya potensi parpol pendukung pemerintah untuk melakukan koalisi.
Penulis: Bobby Constantine Koloway | Editor: Eben Haezer Panca
SURYA.co.id | SURABAYA - Pengamat politik Universitas Airlangga (Unair), Airlangga Pribadi, menyebut adanya potensi parpol pendukung pemerintah saat ini untuk melakukan koalisi di Jawa Timur.
Secara spesifik, dukungan tersebut bisa mengarah ke figur yang juga menjadi bawahan Presiden Joko Widodo, yakni Menteri Sosial RI, Khofifah Indar Parawansa.
"Pilkada di Jawa Timur tak bisa dilepaskan begitu saja dengan kepentingan pemerintah pusat. Sebab, pemerintah pusat tentu memiliki kepentingan jangka panjang, termasuk di pemilu 2019 mendatang," kata Airlangga kepada Surya, Rabu (2/8/2017).
Apalagi, menurut peneliti dari lembaga survei The Intiative Institute ini, ada kecenderungan Presiden Jokowi untuk ikut mendukung pencalonan Khofifah sebagai bakal calon gubernur.
"Pelan namun pasti, Presiden mulai membuat gesture untuk mendukung Ibu Khofifah," lanjut Airlangga.
Saat ini, memang ada beberapa parpol yang belum juga mendeklarasikan calon yang diusungnya. Beberapa parpol ini juga tergabung dalam koalisi pemerintah. Di antaranya, Golkar, Nasdem, PPP, hingga Hanura.
Meskipun demikian, bukan berarti parpol di luar pemerintah tak memiliki peluang untuk ikut mengusung Ketua Muslimat NU ini.
"Mekanisme penjaringan calon di masing-masing partai akan terus terbuka dan menunggu restu dari DPP. Peluangnya di semua partai masih ada," lanjutnya.
"Saya perkirakan, dinamika ini masih akan berlanjut hingga tahap pendaftaran dibuka secara resmi oleh KPU di awal tahun mendatang. Pilkada DKI Jakarta menjadi peljaran bagi masing-masing partai untuk tak mendeklrasikan dukungan sejak jauh hari," pungka Airlangga.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/pengamat-politik-airlangga-pribadi_20170802_202808.jpg)