Liputan Khusus Pengusaha Beras Curang

Ketua YLPK Jatim : Beras Oplosan Sama dengan Meracuni Konsumen

Irigasinya bukan air buangan yang mengandung limbah dari industri atau tidak mengandung zat kimia.

Ketua YLPK Jatim : Beras Oplosan Sama dengan Meracuni Konsumen
pixabay
Ilustrasi 

Proses produksinya pun sama. Penggilingannya harus lebih dari SNI. Kemasan pada beras premium harus menjelaskan proses pertanian dan produksinya. Tak sekadar kandungan yang ada di dalamnya.

Apabila bisa dibuktikan seorang pelaku usaha melabeli beras nonpremium dengan premium, produknya harus segera ditarik dari pasaran. Itu menyesatkan konsumen.

Beda kasus dengan pemutihan beras dengan bahan kimia berbahaya. Jelas ini lebih kejam.

Lebih terlarang dari sekadar mengoplos beras. Itu sama dengan meracuni konsumen.

Pelakunya harus segera ditangkap dan ada tindakan hukum.

Masalahnya, selama ini undang-undang perlindungan konsumen masih dilihat sebelah mata, baik oleh praktisi hukum maupun peradilan umum.

Di Yayasan Lembaga Perlindungan Konsumen (YLPK) Jawa Timur, belum ada keluhan dari masyarakat tentang beras yang diduga dilabeli dengan tidak sebenarnya. Namun, untuk laporan beras yang diduga diputihkan, sering terjadi.

Bahkan, karena sangat putih, masyarakat ada juga yang curiga dan mengira itu beras plastik!

Tindak lanjut untuk laporan seperti itu, kami sampaikan kepada dinas terkait.

Sebab, ini menyangkut kerugian masyarakat banyak, sehingga pemerintah dan negara harus turun tangan.

Halaman
123
Editor: Titis Jati Permata
Sumber: Surya Cetak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved