Grahadi

Beranda Grahadi

SPAM Umbulan Wujudkan Air Berkualitas Bagi Masyarakat

Pakde Karwo: Umbulan menjadi salah satu sumber mata air nomor satu di dunia, sehingga bisa memberikan banyak manfaat bagi masyarakat

SPAM Umbulan Wujudkan Air Berkualitas Bagi Masyarakat
ist/Humas Pemprov Jatim
Wapres Jusuf Kalla yang didampingi Gubernur Jatim Dr H Soekarwo (Pakde Karwo) dan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution, saat peresmian ground breaking pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum di Desa Umbulan, Kecamatan Winongam, Kabupaten Pasuruan, Kamis(20/7/2017). 

SURYA.CO.ID | PASURUAN - Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Umbulan memasuki babak baru, ditandai dengan peresmian ground breaking pembangunan SPAM ini oleh Wapres Jusuf Kalla yang didampingi Gubernur Jatim Dr H Soekarwo (Pakde Karwo) dan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution, di Desa Umbulan, Kecamatan Winongam, Kabupaten Pasuruan, Kamis(20/7/2017).

Dengan dimulainya pengerjaan fisik proyek ini, dalam sambutannya, Pakde Karwo berharap SPAM Umbulan bisa memberi manfaat besar dalam penyediaan air minum yang berkualitas bagi masyarakat di Jatim.

"Umbulan menjadi salah satu sumber mata air nomor satu di dunia, sehingga bisa memberikan banyak manfaat bagi masyarakat," ujar Pakde Karwo.

Dia menjelaskan, penyelesaian SPAM Umbulan ini sangat penting karena berkaitan dengan pelayanan publik penyediaan air bersih, khususnya air minum yang berkualitas. Menurut Pakde Karwo, ada lebih dari 1,3 juta jiwa penduduk Jatim, terutama yang tinggal di Pasuruan, Gresik, Sidoarjo dan Surabaya yang akan terbantu dengan adanya proyek tersebut.

Di depan Wapres, Pakde Karwo mengatakan sangat bersyukur atas terealisasinya proyek SPAM Umbulan. Ini mengingat sangat lamanya pembahasan proyek itu sejak awal digagas pada 1972. Karena itu, dirinya sangat berharap pembangunan proyek SPAM Umbulan dengan kapasitas 4.000 liter air per detik bisa dipercepat sehingga pada 2019 bisa selesai.

Sementara itu, Menko Perekonomian Darmin Nasution menjelaskan, proyek SPAM Umbulan menelan investasi total Rp. 4, 51 triliun. Walaupun nilainya mungkin tidak terlalu besar dibanding infrastruktur lain seperti jalan tol, tetapi proyek ini memiliki arti penting bagi masyarakat.

"Bahan baku air yang berasal dari mata air Umbulan disalurkan melalui pipa transmisi sepanjang 93 km. Nantinya, air bersih tersebut akan dikelola oleh PDAB Pemprov Jatim," tambahnya.

Dengan sejarah yang cukup panjang, lanjut Darmin, menjadikan SPAM Umbulan menjadi proyek strategis nasional dan proyek prioritas. Terbatasnya APBN tidak menghalangi pemerintah untuk mengupayakan percepatan pembangunan infrastruktur.

"Bekerjasama dengan pihak swasta menjadi alternatif pembiayaan," ungkap Darmin.

Wapres RI: SPAM Umbulan Persempit Ketidakadilan di Masyarakat
Sementara itu, Wapres Jusuf Kalla (JK) menegaskan, dengan dimulainya pembangunan proyek SPAM Umbulan, akan mempersempit rasa ketidakadilan di masyarakat, yakni terkait ketersediaan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.

"Banyak masyarakat mampu dari segi ekonomi memperoleh air bersih dengan harga murah karena dilalui akses pipa PDAM, akan tetapi masyarakat ekonomi lemah membeli air dengan harga mahal," ujarnya.

Misalnya, karena ada jaringan distribusi masyarakat yang mampu membeli air bersih senilai Rp. 2000 hingga Rp. 6.000/M3, sedangkan masyarakat kurang mampu membeli seharga Rp 45.000/M3 dengan asumsi membeli air dalam kemasan.
Wapres mengharapkan, berjalannya proyek SPAM Umbulan mampu menghadirkan air bersih bagi masyarakat dengan harga terjangkau. Secara tak langsung akan membantu perekonomian masyarakat.

"SPAM Umbulan merupakan proyek yang melibatkan banyak pihak, sehingga perlu apresiasi kepada semua yang telah membantu dalam mewujudkan sumber air bersih bagi masyarakat," jelas JK.

Wapres juga menjelaskan betapa penting air bersih bagi masyarakat. Kualitas hidup masyarakat bisa ditentukan dari air yang digunakan. Apabila air yang digunakan dalam keseharian tidak berkualitas, tentunya gizi yang diperoleh juga tak terpenuhi.

"Air merupakan kebutuhan pokok paling tinggi disamping pangan. Oleh sebab itu, tersedianya air bersih bagi masyarakat merupakan hal wajib," tambahnya. (rud/fae)

Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved