Pemprov Jatim
Arus Mudik, Waspadai Penumpukan Kendaran di Kertosono akibat Tumpahan dari Exit Tol Kertosono
Diprediksi, akan terjadi penumpukan kendaraan saat di area pintu keluar Tol Kertosono. Sebab, exit tol ini ada di Kertosono.
Penulis: Nuraini Faiq | Editor: Parmin
SURYA.co.id | SURABAYA - Ruas tol Surabaya hingga Kertosono siap menyambut arus mudik dan balik Lebaran 2017. Semua kendaraan roda empat bisa melalui ruas tol ini, kecuali truk dan bus.
Diprediksi, puluhan ribu kendaraaan dari Surabaya akan memilih jalur antimacet ini. Apalagi saat mudik nanti ruas jalan sepanjang kurang lebih 78 km tersebut akan nyambung tol terus.
Surya.co.id yang berkesempatan menjajal ruas tol bersama rombongan Gubernur Soekarwo melihat semua ruas sudah tersambung.
Mulai dari Waru hingga Kertosono. Karena nyambung inilah, dipastikan pemudik akan menggantungkan jalur tol ini sebagai pilihan utama.
"Namun harus ekstra hati-hati karena minim rambu jalan. Sebagian medan masih cor keras dan tanpa pembatas jalan," kata Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Jatim Wahid Wahyudi yang mendampingi Pakde Karwo memantau tol, Selasa (13/6/2017).
Meski demikian, kondisi itu tak akan menyurutkan ratusan ribu pemudik yang akan memilih tol ini sebagai jalur utama.
Diprediksi, akan terjadi penumpukan kendaraan saat di area pintu keluar Tol Kertosono. Sebab, exit tol ini ada di Kertosono. Semua kendaraan yang hendak ke Madiun, Ngawi, hingga Solo, semua akan melalui exit tol ini.
Sementara jalannya sempit. Saat keluar akan melalui jalan kabupaten di Pasar Kertosono. Kemudian mereka akan tertahan di perempatan lampu merah Kertosono.
Para pemudik itu akan kembali ke jalur arteri Jalan Raya Kertosono-Madiun. Diprediksi juga akan terjadi antrean panjang di lampu merah ini. Dari arah exit tol akan bertemu di perempatan jalur arteri. Sejauh ini, petugas masih mengupayakan solusi terhadap penumpukan kendaraan di exit tol itu.
"Apakah akan berlaku satu jalur atau opsi rekayasa lalu lintas lain. Kami masih akan pertimbangkan. Yang jelas, penumpukan kendaran di perempatan setelah exit tol Kertosono menjadi perhatian serius kami," kata Wahid.
Sementera itu, ada banyak hal yang perlu diwaspadai saat melintas di ruas Tol Surabaya-Kertosono itu. Ada ruas jalan yang masih cor kasar.
Bahkan sejumlah titik sambung masih berupa tanah yang dipadatkan. Untuk itu, pemudik harus ekstra hati-hati.
"Kecepatan maksimal yang diperbolehkan 60 km/jam," kata Wahid.
Jika lancar, jalan tol sepanjang hampir 80 km itu akan ditempuh tidak lebih dari 1,5 jam.
"Pemudik bisa menikmati areal hijau persawahan sepanjang jalan sehingga sejuk," kata Wahid. (rud/fai)

