Selasa, 21 April 2026

Berita Ekonomi Bisnis

Jatim Kontribusi Tertinggi Industri Nasional, Terbesar dari Sektor ini

Airlangga menyebutkan kementerian juga telah memberikan kebijakan nasional sektor industri yang juga masuk ke wilayah Jatim.

Penulis: Sri Handi Lestari | Editor: Parmin
Surya/ Izi Hartono
Salah seorang petugas saat melakukan pengecekan masa kadaluarsa makanan dan minuman di toko di Jalan A Yani Situbondo. Mamin Jatim pemasok terbesar industri nasional. 

Menperin menyampaikan, kebijakan kelima adalah pengembangan industri berbasis sumber daya alam.

Misalnya, upaya ini telah terimplementasi di Kawasan Industri Morowali, Sulawesi Tengah dan Kawasan Industri Konawe, Sulawesi Tenggara yang menjadi pusat pengembangan industri smelter berbasis nikel.

“Dengan tujuan meningkatkan nilai tambah bahan baku mineral di dalam negeri, Morowali mampu memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah sebesar 60 persen, sedangkan untuk Konawe 15 persen,” paparnya.

Keenam, pengembangan kawasan industri. Kemenperin mencatat, hingga akhir tahun 2016, tiga kawasan industri yang sudah beroperasi adalah di Sei Mangkei, Morowali, dan Bantaeng.

Untuk tiga tahun ke depan, juga akan dipercepat pembangunan kawasan industri Tanjung Buton, Dumai, Berau (Kaltim),Tanah Kuning (Kaltara), JIIPE (Gresik), Kendal, dan Kawasan Industri Terpadu Wilmar (Serang, Banten) yang telah diusulkan dalam revisi Perpres Nomor 3 tahun 2016 tentang percepatan pelaksanaan Proyek Strategis Nasional.

Melalui enam kebijakan prioritas tersebut, Menperin optimistis industri pengolahan non-migas diproyeksikan tumbuh di kisaran 5,2-5,4 persen dengan target pertumbuhan ekonomi sebesar 5,1-5,4 persen pada tahun 2017.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jatim, Mohamad Ardi Prasetyawan, mengakui kontribusi industri di Jatim terbesar nasional.

"Antara lain industri makanan dan minuman (mamin) sebagai sektor terbesar, kemudian sektor pengolahan tembakau dan industri pengolahan kayu," jelas Ardi saat mendampingi Airlangga.

Kemudian sektor industri kimia dan farmasi dengan sumbangan, industri pengolahan laonnya serta sektor industri kertas.

Di tahun 2017 ini, tidak hanya industri besar yang mendapatkan manfaat pengembangan dari Kementerian maupun dari Disperindag Jatim.

Keduanya berharap ada peningkatan dari sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

"Beberapa langkah sudah kami siapkan untuk meningkatkan kinerja sektor industri, diantaranya dengan mendorong adanya pembiayaan murah untuk sektor UMKM.

"Salah satunya memberikan bunga kredit dibawah 10 persen. Juga fasilitas lainnya, seperti pameran dan mempertemukan produsen dengan buyers," tambah Ardi.

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved