Liputan Khusus Pomade
Pomade, Tren 'Obat Ganteng' Kaum Adam yang Bikin Pemakainya Percaya Diri
Ia pun sering merasa kurang percaya diri saat beraktivitas tanpa mengoleskan pomade ke rambutnya.
Saat memangkas rambutnya di salah satu barbershop di daerah Siwalankerto, Surabaya, Kavin lansung mengiyakan saat tukang cukur, dalam bahasa kerennya disebut barberman, menawarkan penggunaan pomade sebelum bangkit dari kursi dengan cermin besar.
“Sudah setahun ini soalnya mencoba gaya potongan undercut,” kata dia.
Sebelum mengenal dan akhirnya memakai pomade setahun terakhir, dia menggunakan minyak rambut jenis wax.
Bedanya dengan Yudha dan Ari, Kavin tak terlalu fanatik pada pomade.
Dia memilih salah satu produk pomade lokal yang dijual dalam kemasan 100 gram.
Kavin juga tak setiap hari menyentuh pomade. Saat buru-buru ke kampus namun tak sempat mengeringkan rambut, misalnya, ia lebih memilih membiarkan rambutnya tanpa pomade.
Menurut pengalamannya, penggunaan pomade maksimal jika rambut dalam keadaan benar-benar kering. (M Taufik/Samsul Hadi/Aflahul Abidin)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/berita-lipsus-pomade_20170328_071431.jpg)