Beranda Grahadi
Pakde Karwo: Pemprov Jatim Persiapkan ASN Generasi Baru Kualitas World Class
Generasi muda yang berkualitas mampu menanggulangi segala persoalan yang terjadi di masyarakat serta mampu meningkatkan kualitas pelayanan publik
SURYA.co.id | SURABAYA - Gubernur Jawa Timur Dr. H. Soekarwo (Pakde Karwo) mengungkapkan, bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Timur saat ini mulai mempersiapkan ASN (Aparatur Sipil Negara) dari generasi muda yang berkualitas world class.
Artinya, generasi muda yang berkualitas mampu menanggulangi segala persoalan yang terjadi di masyarakat. Mampu meningkatkan kualitas pelayanan publik serta mampu menghadapi hambatan pembangunan dari luar negeri.
“Apabila ada ASN yang melanjutkan pendidikannya ke jenjang Strata II, hendaknya memilih jurusan yang sesuai dengan bidang yang ditangani, jangan hanya untuk mengejar agar dapat mencapai Golongan IV,” ungkap Pakde Karwo.
Pakde Karwo menyampaikan hal tersebut, saat memberikan pengarahan ke seluruh pejabat dan staf di lingkungan Pemprov Jatim dalam mengawali tahun 2017, di halaman Kantor Gubernur Jatim Jalan Pahlawan No 110 Surabaya, Senin (3/1/2017).
Dicontohkan, sampai sekarang Pemprov Jatim belum punya tukang las bawah laut. Karena itu, ASN di bidang perindustrian bisa bekerjasama dengan Perguruan Tinggi Angkatan Laut dan Kobangdikal yang mempunyai tenaga-tenaga kelas internasional di bidangnya. Prinsipnya, pada kesempatan itu Pakde Karwo menekankan pentingnya leadership atau kepemimpinan dari masing-masing SKPD/Badan/Biro.
“50 persen keberhasilan suatu SKPD/Badan/Biro ditentukan oleh para pimpinan,” jelasnya.
Menurut Pakde Karwo, pembentukan organisasi baru di akhir tahun 2016 sesuai dengan amanah UU No. 32/2014 tentang pemerintahan daerah yang diikuti dengan pelantikan eselon II, III dan IV sebagai pejabat di organisasi baru tersebut yang akan dinilai dalam kurun waktu enam bulan ke depan. Karena menurut Pakde Karwo penempatan para pejabat tersebut dirasa belum ideal.
Pada kesempatan itu, Pakde Karwo juga sangat mengharapkan ASN sebagai agent of change yang dapat menciptakan terobosan-terobosan baru “One Service One Inovation”. Artinya, setiap SKPD harus mampu menciptakan satu inovasi atau terobosan baru sebagai upaya memperbaiki kualitas pelayanan publik. Disamping itu, untuk memperkuat kinerja Birokrasi diperlukan pula reformasi birokrasi khususnya di faktor IT.
“Sudah keharusan untuk bisa memperpendek timelag data analisis, mendekatkan layanan publik ke konsumen, menajamkan strategi bisnis,” jelasnya.
Pakde Karwo juga menyampaikan, bahwa pelaksanaan pembangunan Jatim di tahun 2016 banyak mendapatkan apresiasi dari pemerintah pusat. Antara lain di bidang sosial politik, di penghunjung tahun 2016, satu instrumen kinerja permusyawaratan mendapatkan reward dari pemerintah melalui indikator indeks demokrasi menjadi terbaik nasional. Ini berarti bahwa ruang demokrasi telah menjadi mindsteaming dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Hal tersebut terjadi karena Jatim telah membangun model komunikasi yang produktif melalui komunikasi komprehensif Segitiga Plus (Kepala Daerah - TNI-POLRI-DPRD PLUS Toga Tomas dan cendekiawan). Serta, jika di tingkat desa berfungsinya BABINSA dan BABINKAMTIBMAS. Model tersebut dijadikan sebagai model nasional oleh Menkopolhukam
Sebelum mengakhiri sambutannya, Pakde Karwo menginginkan Biro Humas & Protokol dapat menciptakan media terpercaya (true info) yang dapat dinikmati oleh masyarakat luas tentang pelaksanaan pembangunan. (hms)

:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/pakde-karwo_20170103_161042.jpg)