Berita Gresik
Ternyata Benar, Ada 17 Warga Tiongkok Bermaksud Kerja di Gresik
TENAGA KERJA ASING. Di seluruh Gresik, tercatat total 375 orang. Itu yang resmi. Bagaimana yang ilegal?
Penulis: M Taufik | Editor: Yuli
SURYA.co.id | GRESIK – Kabar tentang adanya pekerja asing di proyek Amonia-Urea (Amurea) II milik PT Petrokimia Gresik (PG) di Gresik akhirnya terkuak.
Terhitung, ada 17 pekerja asal Tiongkok atau China yang tidak diperbolehkan bekerja di proyek tersebut lantaran terkendala masalah perizinan.
Data di perusahaan berlabel BUMN ini menyebut, hingga November 2016 tercatat ada 1.645 orang pekerja proyek Amurea II.
Jumlah ini terdiri dari 1.597 orang pekerja lokal dan 48 orang tenaga kerja asing (TKA) asal China atau Tiongkok.
Menurut Manajer Humas PT PG, Yusuf Wibisono, seluruh pekerja asing tersebut telah mengantongi Kartu Izin Tinggal Sementara (Kitas) dan sah untuk bekerja di Indonesia.
Dalam perkembangannya, diketahui ada 17 orang TKA Tiongkok di proyek Amurea II yang sedang dalam proses perpanjangan Kitas.
“Sebagai konsekuensi, maka pekerja asing tersebut tidak diperbolehkan masuk dan bekerja di area PG,” tegas Yusuf, Selasa (20/12).
Menurut dia, kontraktor wajib mengurus proses administratif tersebut sampai selesai agar mereka dapat kembali masuk dan bekerja di lingkungan proyek.
“TKA yang belum mengantongi izin bekerja tentunya tidak kami perbolehkan masuk ke area perusahaan. Mereka sepenuhnya menjadi tanggungjawab kontraktor,” sambung dia.
Ditandaskan Yusuf, seluruh TKA yang bekerja di proyek disyarakatkan berkeahlian khusus (skilled labor).
Selanjutnya, PG secara prinsip meminta kontraktor untuk menyiapkan dan mengatur rencana penggunaan TKA dengan sebaik mungkin. Karena hal ini terkait dengan proses perizinan bagi TKA yang akan bekerja di lingkungan proyek.

Proyek Amurea II di kompleks PT Petrokimia Gresik saat awal dikerjakan beberapa waktu lalu.
Tanpa mengantongi izin, sesuai dengan regulasi pemerintah, mereka dilarang untuk dipekerjakan. “Kami akan kawal ketat soal TKA asing ini sampai masa pelaksanaan proyek selesai,” janjinya.
Proyek Amurea II, dijelaskan dia, tendernya dimenangkan oleh konsorsium kontraktor asal China Wuhuan Engineering Co. Ltd bersama kontraktor nasional PT Adhi Karya (Persero) Tbk dengan nilai proyek mencapai 523 juta dolar Amerika.
Dalam kontrak kerjasama disebutkan bahwa penggunaan tenaga kerja, sepenuhnya menjadi tanggungjawab kontraktor.
PT PG, imbuh dia, mensyaratkan kepada kontraktor untuk mematuhi seluruh prosedur dan regulasi yang berlaku di Indonesia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/4-wna-dideprotasi_20160204_131900.jpg)