Berita Surabaya
Kampung Nelayan Bulak Surabaya Berbenah, Ini Penampakannya
"Tanggulnya dari batu-batuan yang ditingkat menjadi empat tingkat. Dan juga ada tangga yang diantara sebagai jalan dari kapal ke daratan," katanya kep
Penulis: Rorry Nurwawati | Editor: Yoni
"SIB juga mulai ramai dikunjungi, karena banyak sentuhan batu disana," jelasnya kepada Surya (TRIBUNnews.com Network).
Sementara itu, dampak dari pelatihan dan pengedukasian kepada masyarakat sangat terlihat hal ini disampaikan oleh Kosim warga Bulak Cumpat.
Ia mengaku penghasilannya mulai meningkat ketika diberikan pembekalan mengenai pemasaran produk di kelurahan setempat.
"Dulu kemasannya biasa, ikan asapnya dijual bisa. Sekarang dikemas bagus, dipres supaya tahan lama. Jadi lebih menarik, pengunjung juga suka katanya," katanya.
Bila dulu pendapatan pria 47 tahun ini hanya sekitar Rp 350 ribu setiap harinya, kini jauh lebih melesat. Ia mampu meraup keuntungan dari menjual ikan asap sebesar Rp 600 ribu setiap harinya. Namun, jumlah itu masih diputar kembali untuk membeli bahan baku lainnya.
"Ya cukup lah, rata-rata segitu jumlahnya. Tapi kalau pas lagi ramai ya bisa lebih-lebih. Kadang juga kalau pas ada pesanan, kita baru dapat untung banyak," tandasnya.
Baca selengkapnya di Harian Surya edisi besok
LIKE Facebook Surya - http://facebook.com/SURYAonline
FOLLOW Twitter Surya - http://twitter.com/portalSURYA
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/berita-surabaya-kampung-bulak-megah_20161204_190221.jpg)