Berita Magetan
Bocah Ini Disodomi Lalu Dipaksa Mengemis di Jalan, Terungkapnya Sangat Dramatis
"Anak saya ini setiap pelajaran selesai, tidak langsung pulang. Padahal teman teman satu kelasnya sudah pulang semua. Dia selalu pulang...
Penulis: Doni Prasetyo | Editor: Musahadah
SURYA.co.id|MAGETAN - TR (12) siswa kelas 6 SD dipaksa mengemis oleh pria tidak dikenal di lingkungannya.
Tak hanya itu, anak warga Kecamatan/Kabupaten Magetan itu juga jadi korban sodomi.
TR ditemukan petugas Satpol PP Pemkab Magetan saat mengemis di perempatan lampu merah antara Jalan Monginsidi dan Diponegoro, Selosari, Kecamatan/Kabupaten Magetan.
Saat itu dia masih mengenakan seragam sekolah.
Sayangnya, pria yang memaksa TR saat itu melarikan diri.
"Karena diduga ada tindakan eksploitasi anak, kami minta anggota Pol PP Magetan untuk mengawasi dan memburu pemuda yang memaksa siswa siswa SD kelas 6 mengemis. Pemuda itu lari saat kami mau menangkapnya,"kata Kasat Pol PP Pemkab Magetan Chanif Triwahyudi kepada Surya Online, Senin (7/11).
Terungkapnya kasus anak SD dipaksa mengemis oleh pemuda yang tidaknya itu dari laporan warga kepada personil jaga Satpol PP di Markas Selatan alun alun.
"Begitu anggota Satpol PP mendapat laporan warga langsung meneruskan laporan itu ke saya. Saya perintahkan membawa anak yang lagi mengemis dengan pakaian seragam itu ke markas Satpol PP,"jelas Chanif.
Setelah dibawa, anak SD yang kemudian diketahui bernama TR mengaku dipaksa pria yang dipanggil Mimin.
Saat itu pria ini menunggui dari jarak 50 meter.
"Ternyata setelah diajak cerita cerita, terungkap, selain dipaksa mengemis, korban juga disodomi beberapa kali. Sekarang ini anggota Satpol PP sedang mencari Mimin, pria yang memaksa korban mengemis dan menyodomi ini ditempat sekitar korban mengemis,"ujar Kasat Pol PP Chanif.
Sementara bapak korban mengaku sejak lama setiap pulang sekolah TR selalu sore, tidak bersamaan dengan teman lainnya yang duduk dikelas yang sama.
"Anak saya ini setiap pelajaran selesai, tidak langsung pulang. Padahal teman teman satu kelasnya sudah pulang semua. Dia selalu pulang menjelang mahgrib sekitar 17.30 WiB,"katanya
Begitu ditanya, TR selalu beralasan main ke rumah temannya di Kelurahan Kauman. Hampir setiap hari kalau ditanya alasannya selalu begitu.
"Saya kok tidak curiga, setiap beralasan itu, saya tidak kejar lagi. Tapi dari mukanya, dia seperti ketakutan. Alhamdulillah sudah terungkap, anak saya Insya Allah bisa hidup normal kembali,"pungkasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/berita-magetan-bocah-dipaksa-mengemis_20161107_173007.jpg)