Berita Kediri
PTPN X Bakal Tutup Pabrik Gula Toelangan Sidoarjo, Dua PG Menyusul
"PG Toelangan bakal ditutup karena sulit mendapatkan bahan baku dari daerah sekitarnya. Sehingga cukup berat kalau dipertahankan," ungkap Ir Tarcicius
Penulis: Didik Mashudi | Editor: Yoni
SURYA.co.id | KEDIRI - PTPN X bakal menutup Pabrik Gula (PG) Toelangan yang ada di Kabupaten Sidoarjo.
Penutupan dilakukan karena PG Toelangan mengalami kesulitan mendapatkan bahan baku tebu.
"PG Toelangan bakal ditutup karena sulit mendapatkan bahan baku dari daerah sekitarnya. Sehingga cukup berat kalau dipertahankan," ungkap Ir Tarcicius Sukaryanto, Direktur Operasional PTPN X kepada Surya (TRIBUNnews.com Network)di Kediri, Rabu (26/10/2016).
Dijelaskan, PTPN X memang telah memulai untuk menyempitkan pabrik gula.
Karena bahan baku untuk produksi gula saat ini memang sudah tidak mencukupi.
Langkah itu dilakukan supaya pabrik gula tidak mengalami kekurangan kapasitas giling. Karena utilitas pabrik akan bekerja lebih bagus dan efisien kalau bekerja pada 90 - 95 persen.
Sehingga pabrik gula yang kekurangan bahan baku untuk sementara bakal "ditidurkan". Namun kondisi itu tidak menutup kemungkinan untuk dibuka kembali jika ada pasokan bahan baku yang mencukupi.
Dari seluruh pabrik gula yang dikelola PTPN X ada 2 sampai 3 pabrik gula yang mengalami kekurangan kapasitas giling.
Selain PG Toelangan yang sudah dipastikan bakal "ditidurkan", juga PG Watutulis di Kabupaten Mojokerto dan PG Mritjan di Kota Kediri.
Pertimbangan untuk mengistirahatkan PG Watutulis karena dalam satu kabupaten telah ada 4 pabrik gula.
"Sesuai konsep memang dimulai pada 2017," jelasnya kepada Surya (TRIBUNnews.com Network).
Penutupan pabrik gula diharapkan ada efisiensi dalam pengelolaan pabrik gula. Salah satunya rendemen tebu naik.
Sementara Ketua Umum DPP APTRI H Abdul Wahid meminta pihak direksi PTPN X, PTPN 9 dan RNI untuk meninjau lagi rencana penutupan sejumlah pabrik gula.
Abdul Wahid mencontohkan, jika PG Toelangan ditutup belum tentu petani tebunya mau beralih ke pabrik gula yang lain.
"Justu kami khawatir petani bakal mengalihkan tanaman tebu dengan tanaman lainnya," jelasnya.